BOGOR – Potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi hingga awal tahun 2017, membuat Gunung Gede Pangrango ditutup mulai 31 Desember 2016 hingga maret 2017.
Karenanya, Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) melarang aktivitas pendakian saat Tahun Baru 2017.
“Kita tutup pendakian mulai 31 Desember sampai Maret 2017. Akan terjadi cuaca ekstrim,” kata Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Suyatno Sukandar, Kamis (29/12/2016).
Suyatno melanjutkan, diperkirakan dari Desember hingga Maret kawasan Gunung Gede-Pangrango akan dilanda hujan lebat terus menerus dan dikhawatirkan akan membahayakan para pendaki.
“Dari pengalaman kita, akan terjadi hujan dengan intensitas tinggi secara terus menerus. Takutnya kalau dipaksakan mendaki terjadi longsor yang membahayakan pendaki juga nantinya,” jelasnya, dikutip dari Okezone.
Atas penutupan jalur pendakian, wisatawan yang hendak mendaki diimbau tidak memaksakan diri melakukan pendakian apalagi menggunakan jalur ilegal karena sangat merugikan.
“Sebenarnya kalau masuk lewat jalur ilegal itu merugikan diri sendiri. Otomatis mereka tidak terdaftar dan tidak akan mendapat asuransi jika terjadi sesuatu,” ungkapnya.
Meski demikian, pihaknya tetap membuka lokasi wisata TNGGP lainnya untuk dikunjungi selain pendakian.
“Kalau tempat yang lainnya seperti air terjun atau sekedar berkemah di bawah masih bisa. Kami hanya menutup jalur pendakiannya saja,” pungkasnya.





