Cuaca Ekstrim, Kabupaten Lebak Waspada Bencana Banjir

Ilustrasi/okz

LEBAK-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, menetapkan waspada dini bencana banjir dan longsor terkait prediksi puncak hujan Januari-Februari 2017.

“Kami menetapkan waspada dini guna mengurangi resiko kebencanaan agar tidak menimbulkan korban jiwa,” kata Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Kaprawi, di Lebak, Kamis (5/1) malam seperti diberitakan Elshinta

Berdasarkan laporan Badan Meteorologi Klimatologi, Geofisika (BMKG) Banten memprakirakan puncak hujan akan terjadi Januari-Februari 2017, sehingga berpotensi menimbulkan bencana banjir dan longsor.

Cuaca ekstrem itu diawali hujan deras disertai tiupan angin berpeluang siang, sore hingga malam hari.

Kewaspadaan dini tersebut agar masyarakat lebih meningkatkan pengamanan, seperti melakukan piket selama 24 jam bagi warga yang tinggal di daerah rawan banjir dan longsor.

Saat ini, jumlah warga yang tinggal di daerah rawan bencana alam di Kabupaten Lebak mencapai ribuan orang.

“Kami mengingatkan warga yang tinggal di daerah aliran sungai dan tebing agar waspada banjir dan longsor,” katanya.

Untuk menanggulangi kebencanaan, kata dia pihaknya telah menyiapkan peralatan evakuasi, relawan dan logistik, termasuk obat-obatan agar para korban bencana dapat ditangani dengan baik.

Peralatan kebencanaan itu antara lain perahu motor, mesin gergaji, pelampung, tenda, kendaraan operasional juga mobil dapur.

Selain itu juga berkoordinasi dengan TNI, Polri, Tagana, PMI, Dinas Bina Marga, Dinas Kesehatan, Orari, Pers, aparat kecamatan dan masyarakat.

Disamping itu juga para relawan tangguh siaga selama 24 jam dengan bergantian melakukan pemantauan dan pengawasan lokasi rawan bencana alam.

“Kami terus berkoordinasi ini dapat mengurangi resiko kebencanaan agar tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan material cukup besar,” katanya.

Koordinator Relawan Tagana Kabupaten Lebak Enang Hidayat mengatakan pihaknya selama ini sudah menetapkan siaga untuk menghadapi bencana alam tersebut.

Mereka petugas relawan tangguh siap melayani masyarakat jika sewaktu-waktu terjadi bencana alam.

“Relawan Tagana selalu siap 24 jam dalam memberikan bantuan pertolongan kepada warga yang tertimpa musibah,” katanya.

Advertisement