Cuaca Tidak Bersahabat, Waspadai Banjir Rob di Rabu-Kamis Ini

Ilustrasi/Foto: Antara

JAKARTA – Dinamika cuaca yang kurang bersahabat membuat Badan Nasional Penanggulangan Bencana mengeluarkan imbauan pada masyarakat yang tingga di tepian laut tentang potensi banjir rob yang bisa terjadi pada Rabu (8/6/2016) hingga Kamis (9/6/2016).

Hal tersebut disampaikan Kepala Pusdatin dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho lewat keterangan tertulisnya, Selasa (6/6/2016), seperti dikutip dari Antara.

“Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika memprediksi hingga dua hari ke depan, banjir akibat laut pasang atau rob masih akan terjadi di pesisir laut Samudera Hindia, khususnya di sekitar selatan Jawa, selatan Papua, Sumatera sebelah barat,” katanya.

Menurutnya, beberapa wilayah pesisir di Indonesia yang mengalami banjir rob akibat laut pasang menimbulkan kerugian dan mengganggu aktivitas masyarakat.

“Sesungguhnya tidak ada yang istimewa dalam sejumlah banjir rob yang terjadi belakangan ini. Ini siklus pasang surut air laut biasa, hanya saja ada tekanan angin yang membuat gelombang jadi lebih tinggi dibandingkan sebelumnya,” katanya.

Sedangkan Sutopo mengatakan banjir rob di pantai utara Jawa lebih dominan karena pengaruh faktor topografi dan naiknya muka air laut.

Misalnya banjir rob di Jakarta Utara yang disebabkan tanggul pantai di Pantai Marina Kelurahan Penjaringan yang tidak mampu menahan kekuatan air pasang. Saat ini rob masih menggenangi daerah di Marunda, Cilincing, Pelabuhan Muara dan Penjaringan.

Hal serupa terjadi di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah dengan banjir rob yang berlangsung sejak 27 Mei hingga sekarang.
Sebanyak 891 jiwa warga masyarakat mengungsi di 11 titik pengungsian. Sekitar 5.937 unit rumah terendam banjir rob di Kecamatan Tirto, Wiradesa, Wonokerto dan Siwalan.

Terkait bencana rob tersebut, BNPB telah menyerahkan bantuan Rp565 juta kepada BPBD Kabupaten Pekalongan untuk pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi. Di Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap, banjir rob juga menyebabkan 590 jiwa masyarakat mengungsi.

Advertisement