Curah Hujan Tinggi, Longsor Ancam Kamp Rohingya di Bangladesh

Ilustrasi kamp pengungsi Rohingya di Cox Bazar dalam kondisi tidak sehat/ AFP
BANGLADESH – Kondisi kemanusiaan di kamp-kamp yang menampung pengungsi Rohingya di Bangladesh akan semakin memburuk dalam beberapa bulan ke depan.

Hal tersebut diungkapkan seorang penyelidik hak asasi manusia kepada Al Jazeera, sekaligus juga mengemukakan kekhawatiran tentang sebuah rencana untuk mengembalikan minoritas yang melarikan diri ke Myanmar.

Dalam sebuah wawancara dari kamp pengungsi Balukhali di Cox’s Bazar, Yanghee Lee, seorang pelapor khusus PBB yang dilarang mengunjungi Myanmar, mengatakan bahwa dengan musim hujan di Bangladesh mendekat, kamp-kamp penuh sesak akan membuat tanah longsor dan menimbulkan korban jiwa.


Lee juga memperingatkan kemungkinan wabah penyakit yang akan menyebar karena curah hujan yang tinggi.

Utusan PBB tersebut akan mengunjungi Myanmar pada bulan Januari untuk menilai keadaan hak asasi manusia di seluruh negeri, termasuk di negara bagian Rakhine, di mana sebuah tindakan militer brutal telah mengirim lebih dari 650.000 minoritas Rohingya melarikan diri ke negara tetangga Bangladesh.

Lee mengambil peran pemantauan hak pada tahun 2014, dan diharuskan mengunjungi Myanmar dua kali setahun untuk melapor ke Dewan Hak Asasi Manusia dan Majelis Umum PBB.
 

Namun dia dilarang bulan lalu melakukan penyelidikan. Dalam wawancara dengan Al Jazeera, Lee mendesak masyarakat internasional untuk membantu penyebaran kamp-kamp yang penuh sesak di Bangladesh. 

Sebagai bagian dari kesepakatan repatriasi yang ditandatangani oleh dua tetangga Asia pada bulan November tahun lalu, pejabat Bangladesh dan Myanmar sepakat minggu lalu mengenai rencana untuk memfasilitasi kembalinya, dalam dua tahun ke depan, dari mereka yang mengungsi.

Advertisement