Dalam Empat Hari, Serangan Suriah Tewaskan 200 Lebih Warga Sipil

Serangan di Ghouta sudah empat hari tewaskan 228 warga sipil/ AFP

SURIAH – Jet rezim Suriah sudah empat hari menggempur Ghouta Timur dan membuat korban tewas warga sipil di daerah kantong pemberontak di pinggiran kota Damaskus  melonjak hingga 200 orang lebih.

Kekerasan juga terjadi di Suriah timur, di mana koalisi pimpinan AS mengatakan bahwa pihaknya membunuh setidaknya 100 pejuang pro-rezim untuk menangkis serangan terhadap sekutu Kurdi.

Bentrokan tersebut menandai eskalasi baru antara Washington, yang mengancam rezim tersebut karena dugaan penggunaan senjata kimia, dan Damaskus, yang memberi label insiden terakhir di Suriah timur sebagai “kejahatan perang”.

Amerika Serikat memberikan dukungannya di balik seruan PBB untuk melakukan gencatan senjata di Ghouta Timur. “Serangan ini harus diakhiri sekarang,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri Heather Nauert.

Di Ghouta Timur, yang terletak di sebelah timur ibu kota dan telah dikepung sejak 2013, penduduk tidak memiliki waktu untuk meratapi kematian mereka atau mengobati luka mereka dari pemboman hari sebelumnya.

“Ini adalah empat hari terburuk yang pernah dilakukan Ghouta Timur,” kata Hamza, seorang dokter kewalahan di klinik Erbin yang merawat pasien yang terluka, pada AFP.

“Dari tahun 2011 sampai sekarang, belum pernah ada tingkat pemboman yang telah kita lihat dalam 96 jam terakhir.” tambahnya.

Jumlah korban tewas meningkat terus sepanjang hari Kamis, dengan Lembaga Pemantau Hak Asasi Manusia melaporkan 75 warga sipil meninggal pada malam hari. Tiga orang meninggal karena luka yang dideritanya pada hari Rabu.

Total korban tewas menjadi 228  warga sipil yang terbunuh sejak rezim tersebut melancarkan kampanye penyerbuan udara berat di wilayah tersebut, yang diperkirakan memiliki 400.000 penduduk.

Di antara mereka setidaknya ada 58 anak,  “Anak-anak dan guru takut setiap saat mereka bisa dipukul. Pengepungan berarti tidak ada tempat bagi mereka untuk melarikan diri,” kata Sonia Khush, direktur respon Save the Children’s Syria.

“Harus segera dihentikan pertempuran dan diakhiri pengepungan.” tegasnya.

Advertisement