Dalam Setahun, Gunung Anak Krakatau Tumbuh Setinggi Empat Meter

ilustrasi

JAKARTA – Akhir-akhir ini Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi dan menurut Kepala Bidang Mitigasi Gunungapi, Pusat Vulkanologi Dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi, Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral, Wawan Irawan, letusan Gunung Anak Krakatau menandakan gunung tersebut tengah dalam fase membangun.

“Dari tahun 1929 sampai sekarang, tingginya sudah 305 meter. Kira-kira 4 meter setahun pertumbuhan tingginya. Tapi tidak setiap tahun Anak Krakatau meletus,” kata dia.

Wawan mengatakan, diameter pulau Gunung Api Anak Krakatau hampir menembus 2 kilometer. Penambahan material pembentukan anak gunung tersebut setiap tahunnya menembus 1 juta meter kubik.

Sementara itu sebaran lontaran Gunung Anak Krakatau relatif makin tinggi. Gara-gara itu rekomendasi daerah aman gunung tersebut sejak beberapa bulan terakhir diperluas menjadi radius 2 kilometer dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau.

“Makanya kita lebarkan karena lontarannya sudah keluar pulau, ke arah laut, keluar pantai. Kita perlebar, asalnya 1 kilometer, rekomendasi kita, terus dilebarkan jadi 2 kilometer,” kata dia.

Menurut Wawan, lontaran material dari letusan Gunung Anak Krakatau menyebabkan hanya menyisakan satu peralatan seismik yang berfungsi. PVMBG memasang tiga peralatan pemantauan seismik letusan gunung api tersebut. “Sekarang peralatan kita hanya ada di satu lokasi yang masih bisa memancarkan data ke Pos Pengamatan di Pasauran, di Banten,” kata dia, dikutip Tempo.

Namun untuk statusnya masih Waspada (Level II), dan  peralatan ada dalam radius 2 kilometer.

 

Advertisement