Dari Greenland hingga Iran: Lima Negara Sasaran Trump Pasca Venezuela

Presiden AS Donald Trump (foto: Reuters)

JAKARTA, KBKNEWS.id – Ketegangan geopolitik global melonjak setelah pasukan Amerika Serikat secara dramatis menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro pada akhir pekan.

Langkah itu menjadi penanda bahwa pemerintahan Donald Trump belum akan menghentikan pendekatan kerasnya di panggung internasional.
Tak lama setelah peristiwa di Caracas, Trump dan para pejabatnya mengarahkan peringatan kepada lima wilayah kunci diantaranya Greenland, Kolombia, Kuba, Meksiko, dan Iran.

Presiden AS menegaskan kepentingan baru Washington terkait dominasi kawasan serta kelancaran akses energi.
Trump mengatakan, “Kami ingin negara-negara di sekitar kami layak dan sukses, di mana minyak diizinkan mengalir dengan bebas.”

Ia menambahkan, “Dominasi Amerika di Belahan Bumi Barat tidak akan pernah dipertanyakan lagi.”

Di isu Greenland, Trump menilai pulau itu vital secara strategis. “Kami butuh Greenland dari sudut pandang keamanan nasional. Kapal Rusia dan China ada di mana-mana di sana, dan Denmark tidak akan mampu menjaganya,” ujarnya.

Perdana Menteri Greenland Jens Frederik Nielsen membalas, “Retorika berulang dari AS sepenuhnya tidak dapat diterima dan tidak hormat. Greenland tidak bisa dibandingkan dengan Venezuela karena kami adalah wilayah demokratis.”

Terhadap Kolombia, Trump menyerang Presiden Gustavo Petro dengan tudingan soal kokain dan ketika ditanya kemungkinan operasi, ia menjawab, “Kedengarannya bagus bagi saya.”

Petro membela diri di X, menyoroti penyitaan kokain terbesar dalam sejarah dan berkata, “Saya bukan narco dan aset saya hanya rumah keluarga yang saya cicil dari gaji.” Meski demikian, PBB melaporkan produksi kokain Kolombia mencapai rekor.
Trump memprediksi Kuba akan runtuh sendiri setelah kehilangan minyak Venezuela. Namun Marco Rubio menyebut rezim Kuba masalah besar, sementara Presiden Miguel Díaz-Canel menantang bahwa rakyat Kuba siap memberikan nyawa demi aliansi.

Di Meksiko, Trump menuding kartel sangat kuat dan menawarkan bantuan militer, yang ditolak tegas oleh Presiden Claudia Sheinbaum. Sementara kepada Iran, Trump memperingatkan agar demonstran tidak dibunuh dan menyatakan AS siap pergi jika kekerasan terjadi.

Pemimpin Iran Ayatollah Ali Khamenei membalas bahwa Republik Islam tidak akan tunduk pada musuh.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here