BANTEN – Kepala BPBD Banten M. Juhriyadi mengatakan pihaknya tidak bisa menyampaikan data sementara korban terdampak tsunami karena belum lengkap.
“Tidak dipublish dulu karena belum lengkap”, ujarnya.
Informasi mengenai korban tsunami di Pandeglang dan Serang sendiri hingga kini masih simpang siur sehingga membingungkan keluarga korban dan relawan.
koordinator lapangan posko siaga bencana Linmas Satpol PP Tangsel Badawi menyayangkan tidak adanya crisis center yang bisa menjadi pusat informasi.
Badawi menjelaskan, sebagaimana dilansir Bantenhits, saat ini banyak korban tsunami ditangani di puskesma atau rumah sakit di berbagai daerah, seperti Serang, Pandeglang hingga Lebak. Korban tersebut tida terdata secara komprehensif, sehingga jika ada keluarga yang mencari, harus mencari di banyak tempat.
Sementara itu berdasarkan data BNPB hingga Selasa (25/12/2018) pukul 13.00 WIB, korban jiwa akibat tsunami di Selat Sunda mencapai 492 orang,  1.485 orang luka-luka, 154 hilang dan 16.082 orang mengungsi akibat tsunami pada Sabtu (22/12/2018) malam tersebut.





