
BOGOR – Sebanyak 22 dari 40 kecamatan di Kabupaten Bogor dinyatakan rawan bencana, disaat musim penghujan yang masih terus berlangsung hingga bulan Februari ini.
“Berdasarkan data terbaru, ya secara keseluruhan ada 22 kecamatan dan 250-an desa di Kabupaten Bogor ini rawan bencana. Dengan jenis bencana yang bervariasi. Jadi setiap desa itu titik-titik bencananya bisa banyak,” ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsigaan Bencana BPBD Kabupaten Bogor, Dede Armansyah.
Menurutnya, wilayah yang paling rawan adalah daerah dataran tinggi, seperti di selatan dan barat Kabupaten Bogor. Dua wilayah tersebut menduduki peringkat teratas dalam hal rawan bencana.
“Seperti Cigombong, Cijeruk, Caringin, Cisarua, Ciawi, Tamansari dan Megamendung, Puncak. Sementara di wilayah barat titik rawan tersebar di Kecamatan Nanggung, Tenjolaya dan Cigudeg. Akan tetapi di wilayah timur juga ada, namun hanya sedikit seperti Sukamakmur dan Babakanmadang,” katanya.
Bupati Bogor Ade Yasin mengatakan, pihaknya telah menganggarkan Rp10 miliar lebih untuk bencana di Kabupaten Bogor. Jumlah dana bencana tersebut kemungkinan ditambah, jika dianggap kurang.
Dia menegaskan, total dana tersebut digunakan bukan hanya saat penanganan terjadi bencana saja, tapi sudah mencakup pencegahan. Lantaran, curah hujan saat ini cukup tinggi, bahkan dibeberapa lokasi belum lama ini terjadi longsor dan banjir, maka dalam waktu dekat akan segera dicairkan.
“Dalam waktu dekat mudah-mudahan bisa kita cairkan untuk bantuan-bantuan tersebut karena di Bogor ini daerah yang rawan bencana dan kita harus selalu siap siaga,” ungkapnya, dilansir Sindonews, Kamis (21/2/2019).




