DD Ajak Alumni Wakaf Summit Cetak Gerakan Sejuta Wakif

SUBANG (KBK) – Guna mencetak gerakan sejuta wakif, Dompet Dhufa ajak puluhan alumni Indonesia Wakaf Summit berkunjung ke kebun buah naga Indonesia Berdaya di Cijambe, Subang, Jawa Barat. Direktur Dompet Dhuafa Sosial Enterprise Iwan Ridwan menuturkan model pengelolaan kebun buah naga yang berbasis wakaf produktif merupakan langkah nyata Dompet Dhuafa membantu masyarakat bawah.

Wakaf produktif lanjut Iwan merupakan gerakan positif yang mampu memberikan multiplayer efek pada umat karena bisa menggerakan ekonomi, membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan.

“Wakaf tidak harus menunggu kaya, wakaf tidak hanya bangunan atau tanah tapi bisa dengan Rp 10 ribu per bulan. Maka bila seluruh umat konsisten maka akan terkumpul Rp 10 milyar per bulan,” ujar Iwan (13/1)

Kemas Hasani salah satu calon wakif dari Kementerian BUMN mengatakan wakaf produktif yang dikelola Dompet Dhuafa sangat luar biasa. Ia mengaku kagum dengan perkembangan wakaf di tanah air.

“Gerakan ini perlu digaungkan, dana CSR kementerian BUMN insa Allah siap membantu program pemberdayaan dan pendidikan seperti ini,” ucap Kemas.

Menimpali pernyataan Kemas, Camat Cijame Udin Djajudin menambahkan pihaknya akan dengan senang hati bila ada amanah baru untuk mengembangkan kebun. Menurutnya para calon wakif jangan khawatir bila ingin beribadah di wilayahnya karena semuanya akan dipertanggungjawabkan secara transparan.

“Jangan khawatir menanamkan amal ibadah di sini, Insa Allah amanah dan pahalanya terus mengalir. Semoga kebun seluas 10 hektar ini dapat menjadi ladang amal usaha di akhir zaman kelak,” ujar Udin.

Menurut Direktur Dompet Dhufa Filantropi Imam Rulyawan, berkat wakaf produktif sudah ada 25 KK petani yang mengelola 10 hektar lahan.

Advertisement