DD Banten Periksa Mata Manula Sampai ke Pelosok

DD Banten periksa mata Manula sampai ke pelosok. Foto: ist

BANTEN – “Ini berapa?” ujar dokter Sadam sambil mengacungkan 2 jarinya. “Ini berapa?” Dokter Sadam mengulangi pertanyaan dengan jarak yang lebih menjauh.

Mata para wanita yang rata-rata usianya 60 tahunan ini di sorot dengan senter dan diperiksa dengan seksama. Meski sudah usia lanjut, semangatnya sangat luar biasa agar bisa melihat lebih jelas.

Menurut PERDAMI, Banten termasuk salah satu daerah dengan penderita katarak terbanyak. Karena itu pulalah Dompet Dhuafa memiliki konsen membantu mereka, agar para penderita segera bisa melihat lebih jelas dan lebih leluasa.

Dalam sepekan, kata Staf DD Banten Mochlas Pidono, Dompet Dhuafa Banten mendatangi para penderita katarak di Kecamatan Munjul, Kabupaten Pandeglang dan Purwadadi, Kecamatan Lebakwangi, Kabupaten Serang dengan jumlah penderita sekitar 50 orang.

“Mereka tidak datang ke RS Mata DD karena mereka sudah usia lanjut dan dari kalangan kurang mampu akan sangat berat jika harus berangkat ke serang, baik dari sisi biaya, tenaga bahkan keselamatan. Untuk itulah, mereka kami datangi ke kampungnya agar mereka merasakan bantuan secara tuntas, sebelum operasi katarak gratis dilakukan bagi penderita yang harus di operasi 14 November mendatang,” jelas Mochlas.

“Kami ingin membantu secara tuntas, agar semangat mereka untuk melihat dengan jelas tidak terbebani biaya” timpal Abdurrahman Usman, Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Banten mengakhiri.

Advertisement