
CIAMIS – Masyarakat muslim Desa Sukahurip, Kecamatan Pamarican, Ciamis, Jawa Barat boleh bersenang hati, karena sebentar lagi Musholla Daarul Jadid di desa itu segera dibangun kembali setelah hancur digoyang gempa, Desember 2017 lalu.
Hal itu disampaikan Manager Recovery Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa, Asep Beny, kepada KBK Rabu (17/1/2018).
“Pasca gempa Tasikmalaya-Ciamis 2017 lalu, Dompet Dhuafa beserta warga Blok Desa Sukahurip berikhtiar untuk kembali membangun musholla yang roboh akibat gempa tersebut,” jelas Asep.
Mushalla itu terletak di Blok Ambulu, Dusun Ciparakan, Desa Sukahurip Kecamatan, Pamarican, Ciamis, Jawa Barat dibangun pada tahun 2006 lalu, gempa Desember 2017 lalu merusak sebagian besar bangunan musholla hingga tak layak untuk digunakan.
“Meski Mushalla, namun setiap Jumat digunakan buat shalat Jumat,” tambah Asep.
Dikatakan Asep, lokasi Blok Ambulu berada di dataran tinggi Pamarican, meski jaraknya hanya 25km dari pusat Kota Banjar, butuh waktu sekitar 1,5 jam untuk mencapai lokasi, kita harus melewati jalan menanjak dan jalan berbatu. Sebagian akses jalan bahkan masih berupa tanah, sehingga tidak bisa dilalui bila kondisi hujan. Hampir semua penduduk Ambulu berkerja sebagai penyadap kaung (aren-red) dan pengrajin gula merah.
“Ditargetkan pembangunan musholla dengan ukuran 10x10m ini rampung dalam dua bulan,” terang Asep.
Dalam proses pembangunannya, lanjutnya, Dompet Dhuafa melibatkan warga lokal untuk turut dalam pembangunan serta beberapa tukang dari luar Pamarican, harapannya selain adanya proses pemberdayaan warga lokal (empowering) juga ada proses transfer knowledge tentang bangunan aman gempa bagi masyarakat setempat.




