DD Farm Pundong Tumbuhkan Semangat Dhuafa untuk Berdaya

YOGYAKARTA – Program Sentra Ternak Dompet Dhuafa Farm fokus memberdayakan masyarakat dhuafa, agar mampu beternak hingga mendirikan usaha ternak sendiri.

DD Farm memiliki konsep kerja dengan cara merekrut para penerima manfaat berkriteria mustahik untuk bekerja di kandang ternak selama dua tahun. Namun mereka tak akan hanya bekerja saja, tetapi juga akan diberikan pengetahuan dan pelatihan tentang peternakan. Lalu setelah dua tahun, para penerima manfaat ini akan mendapatkan modal berupa domba/kambing dengan tujuan agar mereka dapat mengaplikasikan ilmu ternaknya dengan menjalankan usaha sendiri.

Berdiri sejak tahun 2021, kini di tahun 2023 DD Farm telah hadir di 12 titik di seluruh wilayah Indonesia. Salah satunya di Yogyakarta, tepatnya di Desa Panjangrejo, Kecamatan Pundong, Kabupaten Bantul yang kini disebut dengan nama DD Farm Pundong. Sama seperti DD Farm di wilayah lain, DD Farm Pundong juga merekrut masyarakat sekitar yang kemudian menjadi anak buah kandang (ABK) untuk bekerja dan belajar tentang peternakan di DD Farm.

Salah satu penerima manfaat DD Farm Pundong, yakni Kamesan (49), turut mengisahkan perjalannya bersama DD Farm Pundong sejak menjadi ABK di sana. Sebelum bergabung dengan DD Farm Pundong, pekerjaan Kamesan adalah seorang buruh lepas.

“Saya jadi ABK sekitar satu tahunan. Saya juga ikut babat alas di kandang (merintis). Sebelumnya buruh lepas (buruh tani dan buruh tukang),” aku Kamesan kepada Tim Dompet Dhuafa.

Dia juga berkisah pernah mendirikan usaha ternak sapi. Namun karena ilmu beternak yang tak memadai, usaha ternaknya berakhir gulung tikar. Kemudian, sejak bergabung di DD Farm Pundong, Kamesan mengaku jadi lebih menguasai ilmu beternak. Sebab, di DD Farm Kamesan tak hanya bekerja, tetapi juga diberi pengetahuan tentang seluk beluk beternak.

“(Dahulu) pernah ternak sapi. Perbedaan (beternak sapi sendiri dan beternak di DD Farm adalah) cara kasih makan ternak. Sapi itu perlu dikombor atau kasih minum, kalau kambing tinggal alirkan air,” terang Kamesan.

Lebih lanjut, Kamesan juga berkisah tentang suka duka selama menjadi ABK di DD Farm Pundong. Baginya, hal yang membuat ia senang berada di DD Farm Pundong adalah saat merawat ternak yang rasanya seperti merawat ternak sendiri.

Menurutnya, sukanya karena mendapat ilmu dan pengalaman ternak. Sementara dukanya kalau banyak yang mati. Biasanya ada yang mati waktu adaptasi karena sudah seperti merawat ternak sendiri.

Karena telah terbukti memberi manfaat kepada dirinya sendiri dan masyarakat sekitar DD Farm Pundong, ayah dua anak itu pun berharap agar kandang di Yogyakarta makin luas dengan hewan ternak yang juga akan bertambah banyak. Sebab, semakin luas tempatnya, semakin banyak hewan ternaknya, semakin banyak pula masyarakat yang terbantu dan ekonominya ikut terangkat.

Advertisement