Dompet Dhuafa : Kekerasan Terhadap Etnik Rohingya Lukai Nilai Kemanusiaan

M. Sabeth Abilawa. Foto: Jun Aditya/KBK

JAKARTA (KBK) – Menyikapi kembali memanasnya Rakhine, yang membuat etnis Rohingya muslim menjadi sasaran kekerasan militer Myanmar beberapa bulan belakangan, Dompet Dhuafa (DD) sebagai lembaga kemanusiaan memberikan pandangan.

Disampaikan Corporat Secretary Dompet Dhuafa M. Sabeth Abilawa kepada KBK, Jumat (18/11/2016), kekerasan terhadap muslim Rohingya untuk kesekian kalinya sangat melukai nilai-nilai kemanusiaan.

“Kami sangat menyesalkan bahwa Myanmar yang sedang menapaki jalan barunya menuju Demokrasi harus ternodai dengan kekerasan sektarian dan mengancam keberadaan etnis dan agama tertentu,” jelas M. Sabeth melalui siaran persnya di Jakarta.

Untuk itu, katanya, DD akan berusaha memberikan bantuan kemanusiaan terhadap korban kekerasan terutama dari kalangan pengungsi anak dan perempuan.

“Selanjutnya kami mendorong lembaga lembaga kemanusiaan yang lain baik di lingkup Indonesia dan Dunia memberikan perhatian terhadap apa yang kembali terjadi di wilayah Rakhine Myanmar ini. Sebab tidak mungkin kekerasan bersenjata terhadap etnis Myanmar ini akan terus berlanjut dan memakan semakin banyak korban,” terangnya.

Dalam hal ini, DD juga menghimbau dan mendorong organisasi kemanusiaan yang tergabung didalam South East Asia Humanitarian Commitee (SEAHUM) untuk menjembatani proses-proses menuju perdamaian baik melalui komunikasi antar elemen masyarakat di Myanmar dan Asia Tenggara.

Selain itu, lanjut Sabeth, perlu mendorong pemerintah Myanmar melalui ASEAN agar bisa menyelesaikan problem ini secara baik tanpa harus meniadakan keadilan bagi etnik tertentu.

Advertisement