KUNJUNGAN Barack Obama ke Indonesia selama 10 hari, ternyata menyisakan sejumlah kenangan. Bagi orang Indonesia, minum es degan adalah biasa. Tapi Barack Obama yang mantan Presiden AS itu, rupanya sangat luar biasa. Ketika dia menyeruput es degan itu di Bali, kelihatan sangat menikmati sekali. Bicara soal degan, mengingatkan perjalanan bangsa Indonesia berabad-abad lalu. Maka disinilah bedanya Obama bekas “raja” AS dengan Ki Gede Pemanahan yang menurunkan raja-raja dinasti Mataram.
Selama kunjungan 10 hari di Indonesia, dari Denpasar, Yogyakarta dan Jakarta, Barack Obama banyak berburu makanan khas Indonesia, yang sering dijumpai di masa kecilnya dulu. Misalnya bakso, sate, durian, ikan pepes, sambal tempe, dan nasi goreng.
Saat menjadi Presiden AS, November 2010 juga pernah ke Indonesia pada era pemerintahan Presiden SBY. Tapi karena ketatnya protokol kenegaraan, Obama tak bisa “balas dendam” akan makanan masa kecilnya tersebut. Maka Obama pun sampai pernah rerasanan, “Kapan-kapan saya sudah tak jadi presiden, pengin ke Indonesia untuk bisa bebas makan duren di pinggir jalan.”
Dan pada kunjungan 10 hari belum lama ini, Obama benar-benar menuntaskan segala kerinduannya makanan khas Indonesia. Dia berhasil makan bakso, minum degan, dan tentu saja sate. Gara-gara makanan hobi masa lalunya tersebut, masyarakat Indonesia yang melihat Obama langsung teriak, “Pak Obama, sateeee, baksooo…..!
Soal kerinduan makan durian di pinggir jalan, tak jelas berhasil atau tidak. Sebab sepanjang liputan Obama selama 10 hari di Indonesia, tak ada media yang memberitakan hal itu. Tapi soal dia makan es degan, ada liputannya di Bali, yakni ketika mengunjungi museum Agung Rai di Gianyar. Dari foto itu nampak Obama nikmat sekali merasakan cita rasa degan Indonesia.
Ternyata, berkisah tentang degan Indonesia, ada “benang merah” antara Barack Obama dengan Ki Gede Pemanahan, tokoh sejarah di abad ke-15, yang menurunkan raja-raja Mataram, dari Sutowijaya (Panembahan Senopati) hingga Sultan Hamengku Buwono X sekarang ini. Kok bisa begitu, bagaimana ceritanya?
Dikisahkan dalam sebuah legenda Babad Tanah Jawi, Ki Ageng Giring yang berprofesi sebagai penderes (penyadap kelapa) suatu pagi mendengar suara misterius dari sebatang kelapa, yang intinya sebuah pesan: jika kamu mampu menghabiskan degan ini sekali minum, anak keturunanmu akan menurunkan raja-raja di Tanah Jawa. Maka degan satu-satunya di pohon kelapa itu dipetik dan dibawa pulang. Ki Ageng Giring sengaja menyimpannya dulu, untuk diminum siang hari yang terik. Dalam kondisi haus, pasti habis itu air degan, dan anak keturunannya pun bakal menjadi raja.
Tapi sial, di kala dia sedang pergi ke hutan mencari kayu, sahabat akrabnya yang bernama Ki Gede Pemanahan datang dalam kondisi kehausan. Tanpa tanya ini itu, melihat degan di dapur langsung saja diminum, sekali tenggak glek glek….. habis. Ki Ageng Giring kecewa sekali, tentu saja. Tapi menyadari garis dari Yang Maha Kuasa seperti itu, akhirnya hanya bisa pasrah sumarah. “Sudah nasibmu yayi (dik), anak keturunanmulah yang nanti akan memimpin bumi Tanah Jawa.”
Ki Gede Pemanahan pun terpana. Dan sejarah mencatat, Sutowijoyo anak Ki Gede Pemanahanlah yang kemudian menjadi raja Metaram pertama (1587-1601), dan berlanjut hingga kerajaan Surakarta dan Ngayogyakarta sekarang. Maka di sinilah “benang merah”-nya. Anak keturunan Ki Gede Pemanahan jadi raja dinasti Mataram berkat dia minum degan. Sedangkan Barack Obama, setelah tidak jadi “raja” Amerika Serikat justru baru berhasil minum degan. (Cantrik Metaram)





