Delapan Penambang Asal Bogor Belum Ditemukan, Basarnas: Diduga Tenggelam

Ilustrasi Tim SAR upayakan pencarian penambang yang terjebak di lubang tambang Banyumas/ foto: Antara

BANYUMAS – Delapan penambang emas yang terjebak di galian yang berada di Desa Pancurendang, Kecamatan Ajibarang, Banyumas masih belum ditemukan.

Kepala Basarnas Cilacap, Adah Sudarsa mengatakan para penambang itu diduga tenggelam di air yang memenuhi galian itu.

Menurutnya, galian tambang itu saat ini kondisinya penuh air dan pihaknya terus berusaha menguras air tersebut.

“Kita berupaya kalau kejadiannya pukul 23.00 WIB sampai dengan sekarang kondisi terendam air, mungkin kita bisa bayangkan sendiri,” katanya.

Meski demikian, pihaknya masih tetap terus berusaha. Dia berharap delapan penambang itu masih bisa ditolong.

Dia menyebut hingga kini tim pencari hanya bisa berusaha menguras air yang memenuhi terowongan itu. Penyelaman tidak mungkin bisa dilakukan karena terlalu berisiko.

“Kalau untuk penyelaman saya kira terlalu berisiko. Karena tempatnya terlalu sempit. Terus di dalam airnya keruh, visibility 0. Kita juga dalam pelaksanaan operasi SAR harus mengutamakan safety. Untuk sementara ini kita observasi lagi, kemungkinan-kemungkinan apa yang bisa kita laksanakan,” kata dia, dilansir CNNIndonesia.com.

Hanya saja, upaya untuk menguras air di terowongan itu juga mengalami kendala. Sebab air sudah memenuhi terowongan sedalam puluhan meter itu.

“Penyedotan sudah dilakukan sejak pagi sampai sekarang air cuma turun satu meter. Tadi juga kita sudah berkoordinasi dengan ESDM. Kemungkinan di dalam sudah terisi air semua,” kata dia.

Delapan orang terjebak di dalam lubang tambang emas rakyat, Desa Pancurendang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Berdasarkan data delapan penambang yang terjebak itu terdiri atas Cecep Suriyana (29), Rama Abd Rohman (38), Ajat (29), Mad Kholis (32), Marmumin (32), Muhidin (44), Jumadi (33), serta Mulyadi (40) dan seluruhnya berasal dari Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Advertisement