Delapan Putri Uni Emirat Diduga Lakukan Penyekapan Terhadap Pelayan

HumanTrafficking
ilustrasi

BRUSSEL – Shekha al-Nahyan dan ketujuh putrinya dari keluarga ternama Uni Emirat Arab dituduh menyelundupkan pegawai tanpa visa dan menyekap mereka tanpa makanan atau tempat tidur.

Atas perbuatannya, delapan putri tersebut menghadapi pengadilan setelah mereka dituduh melakukan perdagangan manusia  ke Belgia dan memperlakukan mereka dengan cara yang tidak manusiawi.

Putri Sheikha al-Nahyan dan tujuh putrinya pergi ke Belgia dan membawa serta setidaknya 20 pelayan, semua wanita dan menyekapnay dalam sebuah ruangan.

Salah satu pelayan pergi ke polisi setelah melarikan diri dari suite mewah di Conrad Hotel di Brussels dimana para putri tinggal di tahun 2008.

Sang pelayan mengaku ia dan rekan-rekannya bekerja berjam-jam, terkadang tanpa makanan yang cukup, tidak memiliki tempat tidur untuk tidur dan tidak memiliki visa, demikian laporan Deutsche Welle, seperti dilansir Guardian, Jumat (12/5/2017).

Polisi Belgia melancarkan penyelidikan dan menemukan bahwa perempuan tersebut tinggal dalam kondisi tidak manusiawi. Delapan putri kini telah dituduh melanggar undang-undang ketenagakerjaan dan perdagangan manusia.

Kasus ini bisa memiliki konsekuensi luas, paling tidak karena keluarga al-Nahyan adalah salah satu keluarga paling berpengaruh di UAE.

Sheikh Mansour bin Zayed al-Nahyan, anggota keluarga penguasa Abu Dhabi, adalah pemilik klub sepak bola Manchester City.

Advertisement