Miriam Rodriguez, Perempuan Pejuang HAM Meksiko

Alm. Miriam Rodriguez, perempuan pejuang HAM Meksiko (Aljazeera)

MIRIAM yang satu ini, berbeda dengan Miryam S Haryani, tersangka kesaksian palsu dan dugaan korupsi mega proyek pengadaan e-KTP yang perkaranya tengah disidangkan.

Bermula saat anak perempuannya, Karen (14) hilang diculik komplotan kartel narkotika pada 2012, Miriam Rodriguez dengan gagah berani melakukan pencarian sendirian selama berbulan-bulan, sampai akhirnya berhasil menemukan jasad anaknya di kawasan San Fernando, Tamaulipas, negara bagian Meksiko Utara.

Merasakan getirnya kehilangan anak yang dicintainya, Miriam kemudian menggalang ratusan orang di Meksiko untuk bersama-sama secara aktif  mencari anggota sanak-keluarga yang juga menjadi korban penculikan komplotan kartel narkotika.

Miriam dengan gigih berusaha mengingatkan para pejabat pemerintah untuk terus melakukan investigasi secara serius terhadap setiap kasus penculikan termasuk terhadap anak perempuannya. Ini juga membawa hasil dengan diseretnya sembilan orang yang terlibat pembunuhan anaknya ke meja hijau.

Namun nasib malang kembali menghampiri Miryam yang yang menyusul anaknya  ke alam baka dalam perjalanan ke rumah sakit setelah tubuhnya dihujani 12 peluru oleh sejumlah pria tak dikenal saat ia berada di rumahnya, juga di kawasan Tamaulipas.

Jaksa Agung Tamaulipas Irving Barrios mengaku, ia sudah mengirimkan aparat kepolisian untuk memberikan pengamanan dengan berpatroli di sekitar kediaman Miriam, walau ia akhirnya terbunuh juga.

Ironisnya, penembakan terhadap Miriam yang telah mendedikasikan dirinya untuk membantu pencarian korban penculikan terjadi di tengah peringatan Hari Ibu di Meksiko.

Komisi Hak Asasi Nasional Meksiko (CNDH)  menganggap kematian Miriam mencerminkan ketidakberdayaan pemerintah memberikan perlindungan bagi publik khususnya terhadap para pegiat HAM dari aksi teror kartel narkotika.

Meksiko memang bukan negara yang aman dari teror kartel narkoba, tercermin dari jumlah korban hilang pada 2016 sebanyak 5. 500 orang lebih di negara bagian Tamaulipas dan sekitar 30.000 orang di seluruh Meksiko.  Selain itu dalam beberapa tahun terakhir ini, sudah 300 ribu orang tewas akibat berbagai tindak kekerasan terkait perkara narkotika.

Communidad Ciudadana atau Perhimpunan Warga Pencari Orang Hilang Meksiko  juga sudah meminta Komisi HAM InterAmerika dan PBB untuk membantu melindungi aktivis HAM di Tamaulipas karena pemerintah negara bagian dan federal dinilai tidak mampu melakukannya.

Negara memang harus kuat melawan aksi teror, berbentuk apa pun dan dari mana pun.                (Reuters/NS)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisement