Demi e-KTP, Warga Jombang Rela Menginap di Kantor Dukcapil

Antrian pembuatan e-KTP warga Jombang dari dini hari sebelum kantor Dukcapil dibuka/ Foto: iNews TV via sindonews

JOMBANG – Ratusan warga Jombang rela menginap di halaman belakang kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) hanya untuk mengurus e-KTP, karena takut tidak mendpat antrian perekaman data.

Seperti dilansir sindonews, Selasa (6/9/2016), warga sudah berdatangan sejak pukul 23.30 WIB tadi malam hingga pukul 04.00 subuh pagi tadi.

Per hari, kantor dinas kependudukan dan catatan sipil Kabupaten Jombang hanya mampu melayani pembuatan e-KTP sebanyak 250 orang saja. Kuota ini tidak sebanding dengan ribuan peminat yang ingin melakukan perekaman data dan membuat e-KTP.

“Saya nginap di sini takut gak kebagian, karena katanya alat perekam e-KTP yang dimiliki pemerintah kota santri ini terbatas,” sebutnya.

Setelah azan subuh berkumandang, barulah petugas kebersihan membuka pintu pagar dan warga langsung berebut masuk ke halaman kantor catatan sipil, namun lagi-lagi warga harus antre di depan pintu masuk kantor yang masih tutup.

bahkan tidak jarang mereka yang sudah antre sejak malam harus pulang dengan rasa kecewa karena terkadang ada persyaratannya yang kurang dan harus dilengkapi terlebih dahulu.

Diketahui membludaknya permintaan warga di Indonesia untuk membuat e-KTP karena adanya imbauan pembuatan e-KTP yang dibatasi hingga akhir September 2016. Padahal sebelumnya Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Zudan Arif Fakhrulloh mengatakan tenggat waktu pembuatan e-KTP hingga 30 September 2016 hanya untuk memaksa masyarakat yang selama ini berada di zona nyaman tanpa rekam data.

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo juga sudah memastikan Pemerintah tetap melayani perekaman dan pembuatan e-KTP setiap hari. Menurutny, tidak mungkin Pemerintah menutup pelayanan karena setiap hari hari ada saja perubahan data penduduk baik alamat, status perkawinan hingga dari anak menjadi dewasa.

Advertisement