BOGOR – Warga Bogor kesulitan beraktifitas karena terlantar akibat gelombang protes pengemudi angkutan kota terhadap keberadaan transportasi online di seluruh wilayah Bogor.
Protes dilakukan oleh para sopir angkutan umum kepada driver ojek online menuai solidaritas dari pengemudi transportasi online tersebut. Akibatnya, tidak ada angkot yang beroperasi. Warga Bogor pun kesulitan untuk beraktivitas terutama untuk berangkat ke sekolah dan bekerja.
“Mau pergi belanja ke pasar jadi susah. Bingung bawa barang belanjaan gimana,” kata Asep pemilik warung nasi di Jalan Malabar, Kota Bogor, Selasa (21/3/2017).
Demo angkutan umum juga berdampak terhadap penurunan omzet pedagang di sejumlah pasar tradisional Bogor. Penurunan omzet berkisar antara 30-40 persen.
“Kebanyakan yang belanja biasa pakai angkot Enggak ada angkot ya orang juga males pergi ke pasar,” ujar Andi, salah satu pedagang di Pasar Kebon Kembang, dikutip dari liputan6.com.
Sopir angkot masih terus melakukan sweeping di sejumlah wilayah Kabupaten Bogor. Sasaran aksi tersebut tidak hanya pengemudi taksi online dan angkot yang masih nekat beroperasi, namun juga terhadap driver ojek online.
Adapun tuntuan mereka di antaranya, menghapus ojek online dan menjadikan taksi online di Kota Bogor supaya berbadan hukum. Selain itu, mendorong pemerintah untuk membatalkan rencana transportasi aplikasi baru.





