
GAZA – Selama lebih dari empat bulan, warga Palestina di Jalur Gaza telah melakukan protes di sepanjang pagar dengan Israel menuntut hak mereka dari tanah keluarga mereka yang diusirĀ 70 tahun yang lalu.
Demonstrasi massa digekar setiap hari Jumat, meski puncaknya terjadi pada tanggal 15 mei lalu.
Sejak protes dimulai pada 30 Maret, pasukan Israel telah menewaskan sedikitnya 166 warga Palestina di daerah kantong yang terkepung dan melukai lebih dari 18.000 orang, menurut pejabat kesehatan di Gaza.
Sementara demo yang berlanjut pada Jumat (17/8/2018) kemarin menurut Ashraf al-Qidra, juru bicara kementerian kesehatan Gaza,Ā seorang warga Palestina kedua telah ditembak mati.
Sebelumnya satu warga Palestina telah dibunuh oleh pasukan Israel,Ā yakni Karim Abu Fatayer, 30, meninggal setelah ditembak di kepala oleh seorang sniper Israel.
Para pejabat kesehatan mengatakan 154 pemrotes lainnya terluka, termasuk empat petugas medis yang mati lemas akibat gas air mata.
Kematian Abu Fatayer menambahĀ jumlah pengunjuk rasa Palestina yang tewas sejak 30 Maret hingga 165.




