YERUSALEM – Demonstran Palestina menderita sesak napas akibat bom air mata yang dilemparkan oleh tentara Israel, di dekat Yerusalem, Rabu (24/10/2018).
Saksi mata mengatakan pasukan Israel melemparkan bom air mata ke arah para demonstran, membuat puluhan orang mati lemas, termasuk wartawan.
Para demonstran, yang berdemonstrasi dalam solidaritas dengan penduduk komunitas Khan al-Ahmar Palestina, melakukan pawai damai dari desa Abu Dis dekat Yerusalem menuju desa “Jerusalem Gate”, yang didirikan Israel sebagai alternatif bagi warga Palestina dari Khan Al-Ahmar dalam persiapan untuk pemindahan paksa mereka.
Menurut para saksi mata, para demonstran Palestina telah berhasil memasuki desa Gerbang Yerusalem, dan melantunkan slogan-slogan yang dilukis dan dilantunkan terhadap pendudukan Israel dan pengusiran Khan al-Ahmar.
Pada 5 September, Mahkamah Agung Israel menyetujui pembongkaran Khan al-Ahmar dan penggusuran penduduknya.
Israel berusaha mengusir sekitar 10.000 penduduk Badui yang terletak di 15 kilometer persegi tanah (5,8 mil persegi) di Yerusalem timur.
Pembongkaran direncanakan untuk memberi jalan bagi serangkaian unit perumahan Yahudi yang menghubungkan Yerusalem ke permukiman Maale Adumim.
Jika dilakukan, rencana itu secara efektif akan memotong Tepi Barat menjadi dua, mendahului kemungkinan negara Palestina yang teritorial secara teritorial.





