SANTIAGO—Aksi unjuk rasa di Venezuela masih terus berlanjut hingga Kamis (4/5) waktu setempat, atau Jumat (5/5/2017) waktu Indonesia. Korban tewas dalam bentrokan antara demonstran dan polisi juga terus bertambah.
Dirilis Anadolu, Forum Penalional Venezuela mencatat jumlah korban tewas sudah mencapai 37 orang. Selain itu, lebih dari 400 orang ditahan dan 1700 ditahan.
Krisis sosial, politik dan ekonomi di negara ini semakin parah setelah aksi unjuk rasa besar-besaran berjalan dalam sebulan terakhir. Aksi ini dipicu atas keputusan Pengadilan Tinggi yang memberikan kekuatan kekuasaan kepada Dewan Nasional. Meski pengadilan telah menganulir, aksi protes masih terus berlanjut.
Kamis kemarin, ratusan polisi dan Garda Nasional memblokir aksi demonstrasi di sebuah universitas di pusat kota Caracas. Mahasiswa yang ingin menuju Kementerian Dalam Negeri. Negosiasi dihalangi polisi dan terlibat bentrok.
Aksi protes besar ini juga dipicu oleh dekrit Presiden Nicolas Maduro yang ingin mengubah konstitusi negara yang diterapkan pada tahun 1999 oleh mending presiden Hugo Chavez.





