Demonstrasi Massal Lagi di Gaza, Israel Tembak Mati Tujuh Warga Palestina

Ilustrasi Palestina membawa tubuh Layth Abu Naim, seorang Palestina berusia 16 tahun yang dibunuh oleh tentara Israel pada 30 Januari 2018/ Anadolu

GAZA – Pasukan Israel telah menembak mati tujuh orang Palestina dan melukai lebih dari 1.000 orang ketika puluhan ribu orang berpartisipasi dalam demonstrasi massal yang menuntut hak untuk kembali bagi para pengungsi Palestina.

Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan pada hari Jumat (6/4/2018) bahwa 293 orang terluka oleh peluru tajam setelah pasukan Israel menembaki para pengunjuk rasa yang berkumpul di dekat perbatasan Israel di Jalur Gaza yang terkepung.

Ratusan pengunjuk rasa menderita cedera lain, termasuk menghirup gas air mata.

Demonstrasi hari Jumat kemarin adalah yang kedua dalam beberapa minggu dari rencana duduk selama berminggu-minggu yang dijuluki Great March of Return.

Pesan utamanya adalah untuk meminta hak kembali bagi para pengungsi Palestina yang diusir dari rumah mereka di wilayah yang diambil alih oleh Israel selama perang 1948, yang dikenal orang Arab sebagai Nakba.

Sekitar 70 persen dari dua juta penduduk Gaza dipaksa meninggalkan rumah mereka dan sekarang tinggal di wilayah seluas kota AS di Detroit – sekitar 360sq km – yang telah digambarkan sebagai “penjara terbuka terbesar di dunia”.

Setidaknya 21 warga Palestina tewas dalam protes 30 Maret pekan lalu, atau menyerah pada luka-luka mereka pada hari-hari berikutnya, setelah pasukan Israel menembakkan peluru tajam, gas air mata dan peluru baja berlapis karet ke arah warga Palestina yang melakukan protes. Lebih dari 1.600 lainnya terluka.

Advertisement