KOPENHAGEN (KBK) – Denmark pada hari Senin (4/1/2016) mulai melakukan pengetatan kontrol di perbatasan Denmark dan Jerman, tak lama setelah langkah serupa juga dilakukan Pemerintah Swedia di perbatasan Denmark-Swedia. Tujuan pengontrolan tersebut untuk mengekang masuknya imigran dan pengungsi ke wilayah Denmark.
“Kontrol perbatasan sementara diperlukan untuk memastikan adanya kedamaian dan ketertiban. Selain itu, untuk memastikan pengungsi dan migran tidak akan terdampar di Denmark,” kata Perdana Menteri Denmark Lars Loekke Rasmussen dalam konferensi pers, Senin (4/1/2016).
Menurut Rasmussen, kontrol perbatasan akan berlangsung selama 10 hari, dan dapat diperpanjang 20 hari tergantung situasi dan kebutuhan.
Keputusan pemerintah Denmark itu dibuat pada hari yang sama ketika Swedia mulai menerapkan kontrol perbatasan, Swedia mewajibkan semua kereta api, bus dan feri di perbatasan dengan Denmark untuk memeriksa tanda pengenal dan foto penumpang ‘sebelum mengizinkan mereka untuk melakukan perjalanan dari Denmark ke Swedia.
Rasmussen mengatakan, polisi Denmark akan melakukan pemeriksaan acak pada feri dan kereta yang tiba dari Jerman.





