Di Perbatasan Negara, TNI Juga Jadi Guru Bantu

Prajurit Satgas Pamtas 407/PK Serka Sasmito sedang mengajar. Foto: Pen Dansatgas Pamtas Yonif 407/PK,

SOTA (KBK) – Di perbatasan negara Indonesia dan Papua New Guinea (PNG), parjurit TNI tidak saja menyandang senjata dan menjaga batas wilayah negara, melainkan juga ikut mencerdaskan anak bangsa dengan menjadi guru bantu di sekolah setempat.

Seperti yang dilakukan Personel Satgas Pamtas Yonif 407/Padmakusuma yang berada di Pos Kotis Kaliwanggo misalnya, di sini personel Satgas secara bergantian menjadi guru bantu di SMP Negeri Erambu.

Dansatgas Pamtas Yonif 407/PK, Letkol Inf Abi Kusnianto kepada KBK, melalui siaran pernya Selasa (18/10/2016) mengatakan, SMP Negeri Erambu merupakan sebuah sekolah yang terletak di Kampung Erambu, Distrik Sota, Merauke, di mana para siswanya berasal dari 2 kampung, yaitu Kampung Erambu dan Toray.

“Di sini sekolahnya, meskipun negeri namun kekurangan guru,” ungkap Letkol Abi.

Karena itu, ia mengarahkan anggotanya Satgas Pamtas Yonif 407/PK, selain melaksanakan tugas pokok mengamankan perbatasan juga melaksanakan kegiatan sebagai guru bantu bagi sekolah-sekolah yang kekurangan tenaga pengajar.

“Satgas Yonif 407/PK menggerakkan prajuritnya menjadi tenaga pengajar. Setiap prajurit kami memiliki kompetensi untuk menjadi tenaga pengajar karena sebelum berangkat tugas sudah dibekali dengan penataran-penataran dari Dinas Pendidikan maupun dari yayasan pendidikan pada saat pratugas di homebase,” ujar Dansatgas Pamtas Yonif 407/PK, Letkol Inf Abi Kusnianto.

Di SMP Negeri Erambu, materi IPS dan PBB (baris-berbaris-red) menjadi tanggung jawab dari prajurit Satgas Pamtas 407/PK Serka Sasmito untuk menjadi guru bantu.

Sasmito senang membantu menjadi guru, selain melaksanakan tugas menjaga keamanan perbatasan. “Awalnya anak-anak malu-malu, lama kelamaan anak-anak dapat mengikuti pelajaran dengan baik,” kisahnya.

Advertisement