
ISRAEL – Israel secara diam-diam telah memberikan bantuan kepada pemberontak Suriah di Dataran Tinggi Golan selama bertahun-tahun dengan tujuan untuk mempertahankan zona penyangga kekuatan ISIS, menurut sebuah laporan di Wall Street Journal.
Laporan tersebut menyebut jika dukungan tersebut bersifat substansial dan langsung, termasuk dana tunai, makanan, bahan bakar dan persediaan medis.
The Wall Street Journal mendasarkan temuannya pada informasi yang diberikan oleh sejumlah pemberontak dan tiga orang yang akrab dengan Israel, yang mengatakan bahwa transaksi rahasia Israel dengan pemberontak dimulai pada awal 2013 di bawah mantan Menteri Pertahanan Moshe Ya’alon dan berlanjut sampai hari ini, dengan tujuan untuk menjaga kelompok pro-Iran, seperti Hizbullah.
Sumber-sumber ini mengatakan kepada Wall Street Journal bahwa sebuah unit khusus dibuat dari tentara Israel untuk mengawasi operasi bantuan tersebut dan bahwa Israel mempertimbangkan situasi tersebut cukup jauh sebelumnya sehingga menetapkan sebuah anggaran khusus untuk diinvestasikan dalam usaha tersebut.
Pejuang di Suriah mengatakan kepada Wall Street Journal bahwa Fursan al-Joulan (Knights of the Golan) adalah kelompok utama yang berkoordinasi dengan Israel, menerima sekitar $ 5.000 per bulan dana sementara tidak menerima dukungan dari negara-negara Barat lainnya dan tidak terafiliasi dengan Free Syria Army.Â
“Israel berdiri di pihak kita dengan cara yang heroik,” juru bicara kelompok tersebut, Moatasem al-Golani mengatakan kepada Wall Street Journal.
“Kami tidak akan bertahan tanpa bantuan Israel.” pungkasnya, mengutip Hareetz, Selasa (20/6/2017).




