Dibatasi Ketat, Jumlah Jamaah Muslim Masuki Masjid Al Aqsa Turun Drastis

Ilustrasi/Ist

YERUSALEM – Masjid Al-Aqsa pada hari Jumat ke-17 (2/2/2024) sejak perang dimulai di Jalur Gaza, nyaris kosong karena pembatasan yang ketat yang diberlakukan pasukan Israel.

Seorang pejabat di Departemen Wakaf Islam di Yerusalem mengatakan hanya 13.000 orang yang dapat memasuki masjid untuk melaksanakan salat, dibandingkan dengan lebih dari 50.000 orang pada hari Jumat biasanya.

Saksi mata mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa masjid tersebut tampak hampir kosong dari umat Muslim karena pembatasan yang dilakukan Israel.

Polisi telah memberlakukan pembatasan memasuki Masjid Al-Aqsa sejak awal perang di Gaza pada 7 Oktober 2023, namun pembatasan tersebut sangat ketat pada hari Jumat.

Polisi Israel memasang penghalang di pintu masuk Kota Tua dan di gerbang luar Masjid Al-Aqsa dan hanya mengizinkan orang lanjut usia untuk lewat.

Pembatasan yang dilakukan Israel memaksa ratusan jamaah untuk melaksanakan salat di jalan-jalan dekat Kota Tua. Polisi Israel dikerahkan secara signifikan di sekitar tempat salat, kata saksi mata.

Israel telah memberlakukan pembatasan ketat terhadap jamaah sejak melancarkan serangan militer mematikan terhadap Jalur Gaza menyusul serangan lintas batas oleh Hamas yang menurut Israel menewaskan 1.200 warga Israel.

Setidaknya 27.131 warga Palestina telah terbunuh, sebagian besar perempuan dan anak-anak, dan 66.287 lainnya terluka, menurut otoritas kesehatan Palestina.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here