Dibebaskan Usai 8 Jam Ditangkap, Aktivis Greenpeace Tegaskan Aksi Bukan Akhir Perjuangan

JAKARTA, KBKNEWS.id – Sebanyak 11 aktivis Greenpeace Indonesia dibebaskan setelah ditangkap menyusul aksi pembentangan spanduk protes di Monumen Patung Selamat Datang, Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2026).

Meski telah dibebaskan, Greenpeace menegaskan akan terus menyuarakan persoalan krisis iklim dan dampaknya terhadap kehidupan masyarakat.

Dari total 11 aktivis yang ditangkap, lima orang yang tergabung dalam tim penyelamat atau rescue dan tim pers lebih dahulu diperbolehkan pulang.

Sementara itu, enam aktivis yang bertugas memanjat monumen menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya selama sekitar delapan jam sebelum akhirnya dibebaskan.

Juru Kampanye Keadilan Iklim Greenpeace Indonesia, Jeanny Sirait, mengatakan pembebasan tersebut bukan akhir dari perjuangan organisasi dalam mendorong kesadaran publik mengenai krisis iklim.

“Pembebasan ini bukan akhir dari perjuangan kami. Aksi damai di Bundaran HI menjadi awal untuk menggaungkan kesadaran bahwa krisis iklim sudah sampai di meja makan kita, melalui kenaikan harga pangan dan hilangnya sumber penghidupan,” kata Jeanny dalam keterangan tertulis, Selasa.

Dalam aksi tersebut, para aktivis memanjat Monumen Patung Selamat Datang dan membentangkan sejumlah spanduk berisi kritik terhadap penanganan bencana alam dan kebakaran hutan. Salah satu spanduk bertuliskan, “Bencana Makin Parah, Hidup Makin Susah, Apa Kerja Pemerintah?” Sementara spanduk lainnya menyerukan, “Tangani Krisis Iklim, Turunkan Biaya Hidup”.

Greenpeace menegaskan aksi di Bundaran HI menjadi bagian dari upaya untuk terus mendorong perhatian terhadap krisis iklim. Organisasi tersebut menilai penanganan persoalan lingkungan perlu berjalan seiring dengan perlindungan masyarakat dari dampak bencana dan tekanan biaya hidup.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here