Dibombardir Israel, Guterres Sebut Situasi Rafah di Ujung Tanduk

Ilustrasi Sekjen PBB Antonio Guterres melihat antrean truk bantuan akibat dilarang Israel masuk Gaza/ foto: Akun X Resmi Guterres

NAIROBI – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres, menyatakan bahwa serangan yang dilakukan Israel di Rafah telah membawa kota tersebut ke ujung tanduk.

Lebih dari 1 juta warga Palestina, di mana setengahnya adalah anak-anak, berkerumun di kantor pemerintah Rafah untuk mencari perlindungan.

“Situasi di Rafah berada di ujung tanduk, karena serangan udara terus berlanjut di seluruh Gaza selatan. Lebih dari 1 juta warga Palestina, setengahnya adalah anak-anak, berkerumun di kantor pemerintah Rafah untuk mencari perlindungan,” kata Guterres dalam konferensi pers di Ibu Kota Nairobi, Kenya, Jumat (10/5/2024).

Guterres memperingatkan bahwa operasi darat Israel di Rafah dapat menyebabkan bencana kemanusiaan yang besar, menghambat upaya untuk membantu warga Gaza yang mulai kelaparan.

PBB berusaha memfasilitasi penyaluran pasokan penting ke Gaza, yang terhambat oleh blokade Israel, baik melalui perbatasan Rafah maupun Kerem Shalom.

“Sementara itu, mitra-mitra kami di bidang kesehatan memberi tahu kami bahwa semua fasilitas medis utama di Rafah akan segera tidak dapat diakses atau dioperasikan–termasuk satu-satunya departemen dialisis yang masih beroperasi di Gaza,” ujarnya.

Sekitar 100.000 warga Palestina mengungsi dari Rafah ke utara, namun bantuan kemanusiaan di wilayah Gaza selatan semakin terbatas.

Guterres menekankan pentingnya keselamatan warga sipil dalam konflik, sesuai dengan hukum humaniter internasional.

“Dan, tentu saja, apa yang terjadi di Gaza mempunyai dampak besar di Tepi Barat yang diduduki, di mana kita melihat lonjakan kekerasan pemukim, penggunaan kekuatan berlebihan oleh Pasukan Pertahanan Israel (militer), pembongkaran, dan penggusuran,” kata Guterres.

Dia mendesak upaya global untuk mencapai gencatan senjata kemanusiaan di Gaza, pembebasan segera dan tanpa syarat semua tahanan Israel di wilayah tersebut, serta peningkatan bantuan penyelamatan jiwa.

Pasukan Israel terus melancarkan serangan militer di wilayah timur Kota Rafah sejak Senin (6/5/2024), yang mengakibatkan lebih dari 100.000 warga Palestina mengungsi dari wilayah tersebut ke bagian barat daya Jalur Gaza.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here