Diduga Kuat Ada Kuburan Massal Korban Pembantaian di Burundi

Korban konflik di Burundi/Reuters

Bujumbura-Kelompok hak asasi manusia Amnesty International melaporkan dari bukti foto-foto satelit dan saksi menunjukkan adanya kuburan massal di Burundi yang muncul, setelah pasukan keamanan membalas dendam terhadap pemberontak bersenjata di Bujumbura.

Seperti dilaporkan Voa, Kamis (28/1), Direktur Amnesty untuk Afrika Timur, Muthoni Wanyeki mengatakan Gambar-gambar itu menunjukkan upaya yang disengaja oleh pihak berwenang, untuk menutup-nutupi besarnya pembunuhan oleh pasukan keamanan dan untuk mencegah terungkapnya kebenaran sepenuhnya.

Amnesty mengatakan, 11 Desember lalu polisi dan pasukan keamanan membunuh puluhan orang ,setelah pemberontak menyerang tiga pangkalan militer di ibukota.

Polisi menyerbu rumah-rumah dan menarik keluar para laki-laki, membunuh beberapa diantaranya di tempat.

Setidaknya 87 orang tewas, tapi beberapa sumber mengatakan korban tewas jauh lebih tinggi.

Amnesty mengatakan, sementara tubuh bergelimpangan di mana-mana, hampir tidak ada yang dibawa ke kamar mayat di dekatnya , dengan saksi mengatakan, banyak mayat dibuang setidaknya ke dalam lima kuburan massal.

PBB juga sedang menyelidiki. Belum ada komentar dari pemerintah Burundi.

Seperti diketahui, kekerasan politik telah berkecamuk di Burundi April 2015 lalu, sejak Presiden Pierre Nkurunziza mengumumkan bahwa ia akan mencalonkan diri lagi. Oposisi menyebutnya bahwa itu tidak sesuai dengan UU dan mengingkari ketentuan perjanjian perdamaian untuk mengakhiri perang sipil yang panjang di negara itu.

 

Nkurunziza terpilih kembali pada bulan Juli dan tidak ada tanda-tanda kekerasan akan berakhir. Uni Afrika menyatakan kekhawatiran bahwa Burundi bisa terperosok kedalam bencana genosida.

Advertisement