SORONG – BKSDA Sorong mengingatkan warga tidak mendekati penangkaran meski warga sudah membantai ratusan buaya dipenangkaran milik CV Mitra Lestari Abadi.
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sorong, Papua Barat mengindikasikan masih banyak buaya jenis muara dan air tawar berukuran besar dan kecil yang terlepas keluar dari penangkaran pascapemusnahan oleh warga.
Kabid Teknis BKSDA Sorong Heri Tri Wibowo mengatakan, pihaknya memperkirakan masih ada bayi buaya atau buaya besar lainnya yang bersembunyi di sekitar di areal penangkaran. Sementara areal penangkaran masih diawasi ketat pihaknya.
Sebelumnya BKSDA setelah melakukan koordinasi dengan pemilik penangkaran buaya, melakukan pemusnahan ratusan bangkai buaya. Sedikitnya ada 282 dari 292 bangkai buaya yang sudah mengeluarkan bau busuk menyengat. Bangkai buaya dibawa menggunakan gerobak oleh pegawai BKSDA dan dimasukan ke dalam lubang untuk dibakar.
Pembunuhan massal terhadap buaya tersebut dilakukan warga Distrik Aimas yang marah karena seorang warganya bernama Sugito dikabarkan meninggal setelah diserang buaya, pekan lalu. Sugito diterkam buaya saat mencari rumput di dalam areal penangkaran.
Heru menambahkan, seperti dilansir Sindo, sebanyak 10 bangkai buaya tidak ikut dimusahkan karena akan digunakan sebagai sampel penyelidikan pihak kepolisian. Jenis buaya ini termasuk satwa yang dilindungi, namun khusus untuk wilayah Papua, hewan ini diizinkan untuk diburu atau diperdagangkan atas izin sejumlah pihak, termasuk BKSDA.
Sementara izin CV Mitra Lestari Abadi menangkar buaya sudah mengantongi izin BKSD Sorong pada 2018.





