Diet Tertentu Bisa Hambat Penuaan

Diet dengan pola makan tertentu seperti sayuran, kacanga-kacangan dan minyak zaitun bisa memperlambat penuaan otak (ilustrasi: ist)

Diet Tertentu Bisa Hambat Penuaan

SEBUAH studi terbaru mengungkap pengaturan pola makan tertentu atau diet bisa membantu memperlambat penuaan otak.

Pola makan tersebut, seperti ditulis detik.health (22/3) dilakukan melalui kombinasi “Mediterranean-  DASH Diet Intervention for Neurodegenerative Delay” dengan menekankan konsumsi makanan sehat.

Dalam penelitian tersebut, pengaturan pola makan ini terbukti mampu memperlambat perubahan struktur otak hingga lebih dari dua tahun.

Makanan Sehat yang perlu dikonsumsi adalah:
buah beri, kacang-kacangan, sayuran hijau, ikan
unggas, biji-bijian utuh, minyak zaitun

Sebaliknya, makanan tinggi lemak jenuh seperti keju, mentega, daging merah, dan gorengan harus sangat dibatasi.

Peneliti senior Changzheng Yuan menyebut, orang yang lebih patuh menjalani diet ini menunjukkan penuaan otak yang lebih lambat selama sekitar 12 tahun pengamatan.

“Terutama, penyusutan materi abu-abu otak berlangsung lebih lambat,” ujarnya.

Materi abu-abu (grey matter) merupakan bagian penting otak yang berperan dalam memori, berpikir, dan pengambilan keputusan.

Turunkan Risiko Penyusutan Otak

Studi ini juga menemukan, setiap peningkatan kepatuhan terhadap diet MIND berkaitan dengan:
20 persen lebih sedikit penyusutan materi abu-abu
penundaan penuaan otak sekitar 2,5 tahun.

Temuan ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang juga mengaitkan diet Mediterania dan MIND dengan penurunan risiko Alzheimer’s disease.

Peneliti nutrisi Walter Willett menyebut hasil ini semakin memperkuat pentingnya pola makan sehat ala Mediterania.

Penelitian yang melibatkan lebih dari 1.600 orang ini juga menemukan dampak pada bagian otak lain, yaitu ventrikel-ruang berisi cairan di otak.

Pada peserta yang mengikuti diet MIND, ditemukan pembesaran ventrikel melambat, risiko penyusutan otak berkurang.

Setiap peningkatan kepatuhan diet dikaitkan dengan penurunan perkembangan ventrikel hingga 8%, setara perlambatan penuaan otak sekitar satu tahun.

Peneliti menemukan beberapa makanan memberikan efek paling besar: Buah beri membantu memperlambat pembesaran ventrikel, dan unggas memperlambat penyusutan materi abu-abu dan ventrikel.

Penulis utama Hui Chen menjelaskan, beri kaya antioksidan, sementara unggas menyediakan protein berkualitas tinggi.

Sebaliknya: Makanan manis, makanan cepat saji gorengan dikaitkan dengan penuaan otak yang lebih cepat, termasuk kerusakan pada hippocampus-bagian otak yang penting untuk memori.

Ingin otak lebih awet, silahkan coba! (detik.com/ns)

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here