Jadi Negara Kasus tertinggi Covid-19 di Asia Tenggara, Singapura Perketat Pembatasan Kegiatan

Ilustrasi Singapura/ IST

SINGAPURA – Singapura yang hanya berpenduduk 5,8 juta orang menjadi negara dengan total kasus positif COVID-19 tertinggi di Asia Tenggara dengan 9.125 kasus positif.

Meski demikian, menurut data World O Meter, hanya terdapat 11 kematian dan tidak ada penambahan, serta sudah ada 839 pasien yang dinyatakan sembuh dari COVID-19.

Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong, memutuskan memperpanjang masa pembatasan kegiatan (circuit-breaker) hingga 1 Juni akibat lonjakan kasus virus corona di negara itu.

“Pemerintah memperpanjang masa pembatasan kegiatan selama empat pekan ke depan hingga pekan keempat Mei hingga 1 Juni, dan akan berusaha menekan jumlah kasus, serta akan membuat perubahan dan mempertimbangkan untuk melonggarkan sejumlah aturan,” kata Lee,  dilansir CNN, Selasa (21/4/2020).

Lee juga menyampaikan sejumlah aturan pembatasan kegiatan baru serta menerapkan hukuman yang lebih keras, yang bertujuan untuk membendung lonjakan kasus virus corona.

Dia mengatakan akan menutup lebih banyak sektor pekerjaan, sehingga yang aktif hanya layanan yang benar-benar mendesak.

Menurut Lee, aturan baru itu juga akan memangkas jumlah pekerja di sektor vital, untuk menekan jumlah penularan di antara pekerja dan masyarakat.

Sementara Indonesia hingga Selasa sore terkonfirmasi 7.135 kasus positif, 842 sembuh dan 616 meninggal.

Saat ini masih banyak negara yang mencatat pertambahan kasus di dunia, angka kesembuhan yang terjadi pun kian meningkat dibandingkan dengan angka kematian akibat dari COVID-19. Kasus positif COVID-19 yang aktif juga masih didominasi dengan pasien yang miliki gejala ringan

Advertisement