PANDEGLANG – Banjir mengepung Kabupaten Pandeglang usai bencana tsunami melanda, dan banjir mengakibatkan jembatan penghubung empat desa putus karena tidak kuat menahan derasnya debit air Sungai Cisata.
Jembatan yang ambruk diperkirakan sepanjang 12 meter dan lebar lima meter.
“Jalan penghubung Desa Kananga, Sindang Karya, Cigandeng dan Purwaraja, Kecamatan Menes terputus, akibat jembatannya ambruk,” kata Ade Mulyana, staff pelaksana di BPBD Pandeglang.
Warga pun khawatir, jika material jembatan yang masih berada di dalam sungai, bisa menghambat aliran air dan menyebabkan banjir parah.
“Bila dibiarkan, jembatan tersebut akan berdampak banjir ke perkampungan, akibat tersendat material jembatan yamg menghalangi aliran sungai,” tambahnya, dikutip liputan6.com.
Sementara itu ddilansir Antara, pada Senin (31/12/2018) malam ketinggian banjir mencapai tiga meter, namun pada Selasa siang sudah turun pada kisaran 1,5 meter.
Seorang warga, Radi menjelaskan, sekitar 500 kepala keluarga(KK) di Kampung Sentul sudah dievakuasi oleh petugas gabungan dari Basarnas dan TNI/Polri ke pengungisan, atau pindah sementara ke rumah kerabatnya di tempat lain.
“Kalau hujan tidak berhenti ketinggian air bisa menutup atap rumah. Sekarang saja ada 1,5 meter, bahkan pada beberapa titik lebih dalam lagi,” ujarnya.





