GAZA – Para pejabat Palestina mengatakan perjanjian gencatan senjata telah dicapai dengan Israel untuk mengakhiri gelombang kekerasan di Jalur Gaza dan Israel selatan yang telah menyebabkan tewasnya 25 warga Palestina dan empat warga Israel.
Para pejabat mengatakan Mesir dan Qatar membantu menengahi penghentian serangan antara Gaza dan Israel selama berhari-hari.
Belumada konfirmasi dari pihak Israel. Namun, tentara Israel pada Senin pagi lalu mencabut semua pembatasan perlindungan yang diberlakukan di dekat wilayah Gaza selama kobaran api akhir pekan.
Kementerian Transportasi Israel mengumumkan bahwa semua rute bus umum di selatan akan kembali ke operasi penuh dan normal. Jalur kereta api antara kota-kota Ashkelon dan Bersyeba juga dijadwalkan untuk dilanjutkan kembali di pagi hari.
Seorang pejabat Mesir juga mengkonfirmasi kesepakatan dengan syarat anonimitas.
Perdana menteri pemerintah Otoritas Palestina yang berbasis di Tepi Barat Mohammed Shtayyeh mengatakan pada hari Senin bahwa pemerintah menyambut “segala upaya untuk gencatan senjata, terutama upaya Mesir.”
“Kami berharap ini akan mengakhiri tragedi terhadap rakyat kami dan melestarikan hidup mereka,” katanya, dikutip Aljazeera.
Shtayyeh meminta PBB untuk menghentikan agresi Israel terhadap Palestina dan untuk memberikan dukungan internasional bagi rakyatnya di Jalur Gaza.
Pertarungan itu merupakan bentrokan paling serius antara kedua pihak sejak serentetan pertempuran pada November.





