Dinkes: Kasus ISPA di Jakarta Bukan Disebabkan Polusi

Ilustrasi

JAKARTA – Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta menegaskan kasus Infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) di wilayahnya bukan disebabkan oleh polusi udara.

Kepala Seksi Surveilans, Epidemiologi dan Imunisasi Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ngabila Salama mengatakan kasus ISPA di Ibu Kota disebabkan peralihan cuaca.

Ngabila menerangkan dampak polusi udara mayoritas lebih kepada penyakit kronis atau penyakit tidak menular seperti radang paru, PPOK, dan asma. Kemudian, penyakit sirkulasi darah seperti hipertensi dan jantung.

Dia juga mengatakan ISPA sering terjadi di musim hujan. “Jelas pengaruh paling kuat adalah kondisi pancaroba atau peralihan cuaca,” kata Ngabila, dilansir CNNIndonesia.com.

Ia mengungkapkan sebanyak 100 ribu warga DKI Jakarta terjangkit ISPA setiap bulan. Kendati demikian, ia menyebut tak ada kenaikan kasus ISPA di Ibu Kota sejak April hingga Juli 2023.

“Hanya 0,9 persen warga DKI Jakarta terkena batuk pilek ISPA atau pneumonia setiap bulannya (rata-rata 100 ribu kasus dari 11 juta penduduk),” ungkapnya.

Ngabila menyarankan agar masyarakat DKI Jakarta tetap mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan guna mengantisipasi penyakit ISPA.

Advertisement