JAKARTA – Pakar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Profesor Zubairi Djoerban menanggapi masalah polusi udara di Jakarta yang buruk.
“Berkaitan dengan kualitas udara buruk dan cuaca panas yang terjadi, sudah saatnya kita mempertimbangkan berbagai solusi serius,” kata Prof Zubairi, dalam akun twitter miliknya.
Prof Zubairi pun menyarankan penyesuaian jam kerja menjadi empat hari dalam seminggu, dan juga mengusulkan untuk work from home (WFH) seperti saat pandemi Covid-19 yang terbukti bisa membuat kualitas udara membaik.
“Saya setuju dengan usulan WFH yang sebelumnya pernah diterapkan saat pandemi Covid-19. Saat itu kualitas kerja rasanya tetap bagus dan dilaporkan juga bahwa kualitas udara kita jadi membaik,” sambungnya.
Diketahui pada 2020, kondisi udara di Jakarta dilaporkan membaik saat pandemi, gahkan, peningkatan kualitas udara mencapai 50 persen dibandingkan 2019.
“Dalam suatu penelitian, penerapan empat hari bekerja justru menunjukkan adanya peningkatan produktivitas kerja, meningkatkan moral karyawan, hingga pengalaman kerja yang lebih baik. Ini kan positif,” lanjutnya.
Menurut Prof Zubairi, sistem empat hari kerja sudah diterapkan di beberapa negara. Salah satunya Jepang, Islandia hingga Jerman dengan tujuan mendukung kesehatan karyawan. “Sistem empat hari tersebut pun sudah diterapkan di Jepang sebagai bentuk dukungan terhadap kesehatan karyawan, waktu keluarga, dan kehidupan sosial. Selain Jepang ada Islandia, Selandia Baru, Belgia, dan Jerman,” ujar Prof Zubairi.
Walaupun begitu, Prof. Zubairi mengungkapkan bahwa sistem bekerja seperti ini mungkin tidak bisa diterapkan untuk semua bidang pekerjaan. Terutama di restoran atau rumah sakit. Namun, solusi gabungan antara WFH dan empat hari kerja untuk menangani polusi udara yang semakin memburuk patut dipertimbangkan di Indonesia.





