PURBALINGGA –Â 1.797 balita di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah masih berstatus gizi kurang sehingga perlu menjadi perhatian bersama semua pihak.
“Di Kabupaten Purbalingga ada 1.797 balita yang masih berada dalam kondisi gizi kurang,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Purbalingga, Nonot Mulyono di Purbalingga, Selasa (27/12/2016).
Bahkan 54 diantaranya mengalami gizi buruk, “Dari jumlah tersebut, 54 di antaranya mengalami gizi buruk, karena di samping berat badan yang tidak sesuai dengan umur, pada kasus gizi buruk diukur berdasarkan berat badan dibanding tinggi badan juga,” katanya.
Menurut dia, persoalan gizi kurang perlu mendapat perhatian dan dukungan dari semua pihak.
“Persoalan gizi kurang bukan hanya menjadi tanggungjawab sektor kesehatan, tapi perlu peran serta dukungan semua pihak, terutama orang tua, keluarga dan lingkungan sekitarnya dan dukungan lintas sektor dalam perannya masing-masing,” katanya.
Kasus gizi buruk menurutnya dapat disertai dengan penyakit penyerta sehingga harus mengatasi penyakit penyerta dulu untuk memperbaiki kekurangan gizinya.
“Persoalan gizi kurang sangat bisa dipulihkan dan ditanggulangi, namun pada kasus gizi buruk pemulihan membutuhkan tahapan lebih lanjut,” katanya.
Dia menambahkan, jumlah kasus gizi buruk pada tahun ini berkurang dibanding tahun lalu yang mencapai 70 kasus.
“Pada tahun ini terdapat 54 kasus gizi buruk atau berkurang dibanding tahun sebelumnya. Kita patut bersyukur, jumlah balita yang mengalami gizi buruk di tahun ini berkurang dibanding tahun kemarin mencapai 70 anak,” katanya, dikutip dari Antara.




