Diplomasi Kemanusiaan di Myanmar, Kemenlu Gandeng NGO

Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno LP Marsudi saat menerima perwakilan lembaga kemanusiaan di kantornya, Kamis (5/1/2016)/KBK

JAKARTA—Kementerian Luar Negeri melakukan rapat koordinasi dengan sejumlah organisasi masyarakat sipil (NGO) yang concern dengan isu kemanusiaan, Kamis (5/1/2016). Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi mengapresiasi upaya-upaya yang dilakukan lembaga kemanusiaan di Indonesia dalam memberikan bantuan kepada masyarakat internasional, khususnya di Myanmar.

Retno mengatakan, apa yang dilakukan Indonesia, baik pemerintah maupun lembaga kemanusiaan, banyak diapresiasi dunia internasional, terlebih pemerintah Myanmar. “Apa yang kita lakukan adalah diplomasi kemanusiaan, kita tahu ada masalah di sana (Myanmar), kita tawarkan solusinya,” ujar Retno.

Retno menambahkan, dalam menyikapi masalah yang terjadi di Myanmar, khususnya di Rakhine State dan beberapa kawasan lainnya, diperlukan upaya penyelesaian yang komprehensif. “Jadi bantuannya jangan fokus pada immediate response, tapi juga yang mid-term dan long term,” katanya saat diwawancarai KBK.

Dikatakan Retno, pihaknya tengah merancang bantuan-bantuan apa lagi yang bisa dijalankan bersama antara pemerintah dengan NGO.  “Semuanya dalam kerangka satu flag (bendera), yaitu merah putih dengan nama Indonesia Aid,” jelasnya.

Bantuan jangka menengah dan panjang yang dimaksudkan Retno seperti pembangunan fasilitas pendidikan, kesehatan, dan upaya-upaya peace building. “Jadi bantuan kita tidak hanya sesaat,” tukasnya.

Menurut mantan Duta Besar RI untuk Belanda ini, kolaborasi antara NGO dan pemerintah dalam menyalurkan bantuan kemanusiaan di luar negeri tidak hanya terjalin pada isu Myanmar. Dalam pembangunan rumah sakit di Gaza misalnya, keterlibatan masyarakat sangat tinggi. “Saat (gempa bumi) Nepal, kita juga lakukan kerjasama dengan teman-teman stake holder,” jelasnya.

Ia juga menambahkan, sebelum ini Pemerintah Indonesia telah mengirimkan bantuan kemanusiaan untuk masyarakat Myanmar, khususnya yang ada di Rakhine State sebanyak 10 kontainer. Namun, pemerintah juga membuka peluang kepada lembaga-lembaga kemanusiaan di Indonesia yang ingin memberikan bantuan tambahan. Rencananya bantuan tersebut akan diserahkan secara simbolis pada pertengahan bulan ini.

Advertisement