Ditemukan Lagi, Empat rumah Sakit Pengguna Vaksin Palsu

sejumlah vaksin palsu yang disita polisi/ merdeka.com

JAKARTA – Empat rumah sakit terduga pengguna vaksin palsu ditemukan lagi oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Keempatnya diketahui berada di Jakarta, Banten dan Bandung.

Temuan empat rumah sakit itu berdasarkan penelusuran hasil uji laboratorium terhadap sekitar 60 sampel vaksin. Puluhan sampel vaksin tersebut diambil dari 37 fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) beberapa waktu lalu.

“Kita ambil sampel vaksin dari fasyankes yang menerima vaksin dari distributor tidak resmi. Temuan kami, ada lima sampel vaksin yang terbukti palsu. Kelimanya berasal dari dua RS di Jakarta, satu klinik di Banten dan satu klinik di Bandung,” ujar Deputi I BPOM, Tengku Bahdar Johan Hamid, di Jakarta, Jumat (29/7/2016).

Meskipun sudah dapat dikonfirmasi jika keempatnya diluar 14 rumah sakit yang telah diumumkan Kemenkes sebelumnya, namun Bahdar masih enggan menginformasikan nama keempat RS tersebut. Pihaknya akan memberikan hasil temuan terlebih dahulu pada satgas penanganan vaksin palsu untuk ditindaklanjuti.

Adapun jenis vaksin yang dipalsukan adalah vaksin Tripacel dan vaksin Pediacel. Selain menemukan palsu, pihaknya juga menemukan adanya antiserum palsu dari tiga RS di Bengkulu, Banten dan Pekanbaru. Antiserum palsu yang ditemukan berupa antiserum bisa ular (Biosat) dan antiserum tetanus. Demikian dilaporkan Republika.co.id.

Advertisement