Belajar Jadi Enterpreneur Muda di ‘Youth Agropreneur’

Ilustrasi pelatihan/ Foto: tangselpos

JAKARTA – Dompet Dhuafa (DD) bersama Karya Masyarakat Mandiri (KMM) menginisiasi sebuah program ‘Youth Agropreneur’ yang fokus pada pengusaha di bidang petani dan peternak, untuk menciptakan wirausaha-wirausaha muda yang tangguh.

Program yang diselenggarakan pada 28-29 Juli 2016 bertempat di Pondok Pesantren Darul Fallah, Ciampea, Bogor ini diharapkan dapat menambah motivasi, pengetahuan dan skill para pemuda dalam mengelola usaha berbasis teknologi informasi (online) di sektor pertanian-peternakan.

Adapun pemilihan bidang pertanian dan peternakan yang diusung dalam program ini, karena adanya penurunan minat generasi muda di sektor ini. Data BPS 2014 menunjukkan terjadi penyusutan profesi petani dan peternak dalam 10 tahun terakhir (2003-2013) dengan jumlah sekitar 5 juta.

Atas terselenggaranya program ini, Pimpinan Pondok Pesantren Darul Fallah, sangat mengapresiasinya, “Terimakasih sedalam-dalamnya kepada DD yang telah percaya kepada Darul Fallah atas penyelenggaraan (YAP) dan mengajak para alumni darul falah untuk mengikuti kegiatan ini.” ucap Ust. Abdul Hanan, Pimpinan Pondok Pesantren Darul Falah dalam sambutannya.

“Mudah-mudahan niat untuk melahirkan pengusaha muda tangguh tercapai tahap demi tahap.” tambahnya.

Berdasarkan hasil Survey Global Entrepreneur Monitor (GEM) pada tahun 2013, tingkat keinginan masyarakat Indonesia untuk berwirausaha menempati peringkat kedua setelah Filipina di tingkat ASEAN.

Namun, tingginya keinginan masih belum diikuti dengan tindakan langsung membuka usaha, karena masih banyak yang takut untuk mulai berbisnis. Sehingga jumlah penguasaha di Indonesia masih di angka 1,65 persen dari jumlah penduduk, dan masih dibawah Thailand dengan jumlah pengusaha 3 persen, bahkan Malaysia yang dulu banyak belajar ke Indonesia saat ini memiliki penguasaha 5 persen dari jumlah penduduknya.

Untuk itu, diharapkan dengan adanya kegiatan program ini, para pemuda semakin terpacu dan tidak takut lagi untu memulai usaha, karena sesungguhnya peningkatan jumlah pengusaha akan simetris dengan kemajuan sebuah bangsa.

Advertisement