Ditengah Keterbatasan, Korban Gempa Lombok Laksanakan Upacara Bendera

Upacara bendera di pengungsia korban gempa Lombok/ Republika

LOMBOK – Ratusan warga terdampak gempa menggelar upacara bendera di pos pengungsian di Dusun Pakel, Desa Gunungsari, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (17/8/2018).

Meski dengan keterbatasan, upacara yang diikuti pengungsi mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, berlangsung khidmat.

Tak seperti upacara bendera pada umumnya yang dibalut dengan ragam sarana memadai, para warga menyulap lokasi pengungsian menjadi lapangan upacara di samping tenda darurat yang mereka buat.

Penyelenggara upacara, dari pengibar bendera hingga pembina upacara merupakan warga yang tinggal di tenda pengungsian. Sebatang bambu menjadi tiang untuk prosesi penaikan bendera merah.

Pemuda Dusun Pakel, Sulton, mengatakan, upacara bendera yang digelar di pos pengungsian merupakan keinginan warga yang diinisiasi pemuda setempat. Kata dia, hampir seluruh warganya tinggal di pengungsian lantaran rumahnya rusak akibat gempa.

“Ya kita sama pemuda sekitar bersama-sama buat upacara bendera, meski seadanya tapi menjadi upaya biar kita tak larut dalam kesedihan,” ujar Sulton kepada Republika.co.id di Dusun Pakel, Lombok Barat, NTB, Jumat (17/8).

Kata Sulton, penyelenggaraan upacara bendera juga memberi banyak makna kepada warga terdampak gempa yang hingga kini masih tinggal di pos pengungsian.

“Kita tidak boleh lupa jasa para pahlawan dahulu yang membuat kita merdeka dari penjajah,” ucapnya, pada republika.co.id.

Advertisement