Doa Sarapan

Yudi Latif

Rutinitas menggulung waktu, membawa langkah tanpa jeda, hingga lupa menengadah ke langit dan bersimpuh ke bumi yang setia memberi.

Sepiring nasi, segelas air,
terhidang tanpa disadari,
seolah itu hal yang pasti,
bukan nikmat yang tak ternilai.

Saat berjarak dari pusaran kesibukan, fajar budi menyalakan kesadaran. Berapa banyak keringat tertumpah, dan seberapa jauh perjalanan ditempuh untuk sebutir nasi tersaji di meja makanku?

Kupejamkan mata sejenak,
menghaturkan doa penuh syukur,
untuk tangan-tangan yang bekerja,
serta langit dan bumi yang tak lelah memberi.

Setiap butir nasi ini,
adalah hasil dari tetesan keringat,
dan kasih sayang yang tak terlihat,
mengalir dari-Nya, Sang Pemberi Berkah.

Di balik aroma roti dan kopi,
ada harapan yang mengalir lembut,
agar hari ini dipenuhi berkah,
dan langkah kami diberi petunjuk.

Ya Tuhan,
berkatilah sarapan ini,
jadikan ia kekuatan bagi tubuh,
dan keikhlasan bagi hati kami.

Dengan doa yang sederhana,
kami memulai pagi ini,
bersyukur atas apa yang ada,
dan memohon rahmat-Mu di setiap langkah.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here