spot_img

Dompet Dhuafa Ajak Masyarakat Berwakaf Mulai dari Nominal Kecil

JAKARTA – Dompet Dhuafa sebagai lembaga nazir resmi, terus menerus menggaungkan kesadaran masyarakat untuk berwakaf dimulai dengan nominal yang kecil.

Dalam hal ini, Dompet Dhuafa juga terus berupaya penuh mengelola wakaf uang secara optimal, dan segala bentuk wakaf benda bergerak ditunaikan oleh wakif dengan pernyataan yang dilakukan secara tertulis kepada Dompet Dhuafa.

Setelahnya, wakaf diterbitkan dalam bentuk sertifikat wakaf sebagai bukti penyerahan harta benda wakaf. Selanjutnya, Dompet Dhuafa mendaftarkan harta wakaf kepada menteri.

Adapun wakaf uang yang terkumpul akan dimanfaatkan melalui instrumen investasi. Investasi yang dipilih Dompet Dhuafa bisa berupa investasi pada sektor riil maupun sektor keuangan lain yang mendatangkan profit atau imbal hasil.

Dikutip dari dompetdhuafa.org, hasil dari investasi tersebut akan bermanfaat ke berbagai keperluan pemberdayaan masyarakat. Sebagaimana UU Wakaf, hasil uang wakaf yang diinvestasikan, akan dibagi yaitu 10 persen untuk nazir dan 90 persen untuk mauquf ‘alaih, termasuk untuk kegiatan sosial maupun keagamaan. Sedangkan pokoknya harus selalu tetap terjaga nilainya.

Menariknya, Dompet Dhuafa memiliki tata kelola wakaf uang bahkan dari nominal yang kecil. Melalui Gerakan Sejuta Wakif, Dompet Dhuafa mampu mengecilkan nominal wakaf dengan memperbanyak jumlah wakif.

Dengan hanya Rp10.000 saja, orang sudah bisa menunaikan wakaf yang nantinya dapat digunakan untuk membangun masjid, sekolah, rumah sakit, Edufarm, maupun dalam instrumen investasi. Meski hanya Rp10.000 namun jika dikalikan 1 juta, maka akan diperoleh Rp10.000.000.000 (sepuluh miliar rupiah). Tentu dengan jumlah ini sangat memungkinkan untuk membangun aset wakaf produktif.

Namun hingga saat ini, masyarakat dirasa masih belum tergerak untuk berbondong melakukan berwakaf uang. Untuk itu, diperlukan sudut pandang serta langkah-langkah untuk meningkatkan optimalisasi wakaf uang di Indonesia.

Sejatinya, wakaf uang memiliki keunggulan dibandingkan wakaf dalam bentuk benda tak bergerak. Sebab, wakaf uang dapat langsung bersinggungan secara aktif dengan kegiatan-kegiatan bisnis maupun investasi.

Jika wakaf berupa benda bernilai manfaat untuk kegiatan sosial, kebajikan, dan peribadatan, berbeda dengan wakaf uang yang manfaatnya bisa melalui kegiatan pengembangan ekonomi produktif. Sedangkan yang dimaksud benda bergerak, juga mencakup uang, logam mulia, surat berharga, kendaraan, hak atas kekayaan intelektual, hak sewa, dan benda bergerak lain sesuai dengan ketentuan syariah dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

 

spot_img

Related Articles

spot_img

Latest Articles