Dompet Dhuafa akan Kirimkan Dai Ambasador ke Kaledonia Baru

KALEDONIA – Dompet Dhuafa akan kembali menyelenggarakan program Dai Ambassador pada Bulan Ramadan 1444 H / 2023 M, dengan mengusung semangat penguatan dakwah ke seluruh penjuru dunia, termasuk kemitraan baru dengan Negara Kaledonia Baru.

Dalam menjalankan program ini, Dompet Dhuafa mengunjungi Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Noumea pada Senin (6/3/2023), untuk membahas kebutuhan dakwah bagi diaspora (masyarakat) Indonesia yang berada di Kaledonia Baru selama bulan Ramadan nanti.

Pertemuan ini berlangsung di kantor KJRI Noumea yang dihadiri oleh Officer Dakwah Internasional Dompet Dhuafa Totok Hadi Fitoyo dan Konjen RI Noumea Hendra Satya Pramana beserta para jajarannya.

Hendra Satya Pramana mengucapkan terima kasih kepada Dompet Dhuafa telah menaruh perhatian besar kepada Noumea.

Ia menjelaskan bahwa secara umum, jumlah penduduk di Kaledonia Baru sebesar 271.407 jiwa, dengan komposisi penduduk berdasarkan etnisnya: Melanesia (41,21%); Komunitas Eropa (24,13%); Walis & Futuna (8,3%); Tahiti (1,98%); Keturunan Indonesia sebanyak 3.786 jiwa (1,39%); Vanuatu (0,85%); Vietnam (0,82%).

“Terima kasih Dompet Dhuafa sudah menaruh perhatian besar kepada Noumea. Wilayah ini adalah kepulauan di bawah pemerintahan Perancis yang di wakili oleh Komisaris Tinggi Perancis,” sebutnya.

Secara terpisah, Ahmad Pranggono di Jakarta, Indonesia selaku Senior Officer Layanan Dakwah mengatakan, Dompet Dhuafa akan meneguhkan dakwah di Noumea melalui program Pusat Belajar Mengaji (PBM) Luar Negeri. Hal ini agar dakwah Islam dapat semakin baik.

“Dompet Dhuafa serius dalam melakasanakan program Dai Ambassador di bulan Ramadan tahun ini dan berinisiatif untuk meneguhkan dakwah di Noumea melalui program Pusat Belajar Mengaji Luar Negeri, agar dakwah jadi semakin baik dan permanen nantinya,” jelasnya, dilansir dompetdhuafa.org.

Totok menambahkan, selama bulan Ramadan, Dompet Dhuafa akan bekerja sama dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Noumea dan mengirimkan satu dai di sana untuk melaksanakan dakwah melalui pendekatan budaya dan transformasi sosial. Sesuai data, di wilayah Noumea ini memang banyak masyarakat dari suku jawa.

 

Advertisement