JAKARTA – Dompet Dhuafa menggelar acara Indonesia Wakaf Summit (IWS) 2019, pada Selasa (5/3/2019), setelah mengadakan IWS sebelumnya pada Desember 2017.
Mengusung tema ‘Wakaf 4.0 Transformasi Wakaf Produktif di Era Digital: Mengoptimalkan Kapital Halal’, rangkaian acara terbagi menjadi tiga sesi, yakni pembukaan pada pagi, diskusi launching Mumu Apps oleh DD Tekno, dan diskusi Business Matching.
Ketua Yayasan Dompet Dhuafa Republika, Ismail A. Said, dalam sambutannya mengajak seluruh korporasi mengembangkan konsep wakaf investments. Sehingga tumbuh cepat dan mendukung ekonomi Indonesia.
“Dengan dana wakaf produktif dari seluruh Indonesia, insyaa Allah banyak yang dapat dilakukan manfaatnya terutama kita targetkan pada kaum muda yang aktif. Dari para senior, tentunya segera mentarget untuk memilih aset wakaf sebagai pahala mengalir,” paparnya.
Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI), Prof. Dr. M. Nuh, berpendapat bahwa wakaf menjadi urusan yang luar biasa. Yakni demi kesejahteraan, dakwah, dan keabadian.
“Isu pertama memperbanyak wakif baik senior. Bahkan millennials yang terus menjadi dewasa. Isu pengelolaan wakaf dulunya hanya tanah, sekarang semakin mendalam yakni cash wakaf, aset, bahkan royalti. Isu ketiga, para nazir, yakni sesungguhnya nilai tambah berwakaf karena salah satu kebajikan dunia-akhirat,” tambah M. Nuh, dilaporkan Dhika Prabowo.





