JAKARTA, KBKNEWS.id — Suasana sekolah darurat SD Inpres Waturedu, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, mendadak lebih meriah ketika aktor sekaligus Volunteer Specialist Dompet Dhuafa, Ridwan Ghany, menyambangi para siswa pada Rabu (23/9/2026).
Kedatangan Ridwan membawa keceriaan bagi anak-anak yang harus menjalani kegiatan belajar di tengah keterbatasan.
Ia mengajak para siswa berbagi cerita tentang cita-cita mereka di masa depan. Antusiasme pun terlihat ketika anak-anak bergantian mengangkat tangan untuk menjawab.
SD Inpres Waturedu menjadi salah satu sekolah yang terdampak gempa NTT bermagnitudo 7,7 pada 15 Agustus 2026. Kerusakan ruang kelas membuat kegiatan belajar mengajar dipindahkan ke tenda darurat. Dua kelas bahkan harus belajar dalam satu tenda.
Ridwan mengaku terkesan melihat semangat belajar para siswa meski harus berada di ruang kelas yang panas dan sempit.
“Saya senang melihat semangat anak-anak sekolah di sini luar biasa. Karena, kegiatan belajar mengajar bisa tetap berjalan seperti biasa, meski mereka harus belajar di ruang kelas darurat akibat ruang kelasnya terdampak gempa,” ujar Ridwan.
Kehadiran Ridwan merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Dompet Dhuafa dalam program renovasi sekolah. Pada kesempatan yang sama, Dompet Dhuafa juga melakukan peletakan batu pertama pembangunan Rumah Sementara (Rumtara) bagi penyintas gempa di Nagekeo.
Pada tahap awal, sebanyak 25 unit Rumtara akan dibangun. Hingga 23 September 2026, layanan tanggap darurat Dompet Dhuafa melalui Disaster Management Center (DMC) telah menjangkau 25.863 jiwa di berbagai wilayah terdampak gempa NTT.





