MALUKU – Dompet Dhuafa menghadirkan dan meresmikan Sumur Wakaf di Desa Buano Selatan dan Desa Buano Utara, Kecamatan Huamual Belakang, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku, yang kerap dilanda kekeringan.
Peresmian dilakukan pada Kamis (20/7/2023) dimana Tim Dompet Dhuafa disambut dengan “Kapata,” yaitu nyanyian selamat datang khas Buano. Tembang tersebut berisikan doa-doa kebaikan dan keselamatan bagi para tamu menurut tradisi penduduk setempat.
Selain itu, perwakilan Tim Dompet Dhuafa juga diberi penghormatan berupa “Haji Tatai,” yaitu kalung adat Buano yang terbuat dari bunga, daun kayu putih, dan kacang-kacangan.
Bakri Tambepessy, Tim Program Dompet Dhuafa Maluku menyampaikan bahwa keberadaan air tawar dan bersih adalah impian bagi seluruh masyarakat Buano Utara dan Buano Selatan sejak berpuluh-puluh tahun lalu, lantaran adanya krisis air bersih.
Bakri menuturkan, sebelum Sumur Wakaf hadir, tiap anak di kedua dusun tersebut harus mengambil air di tengah hutan dengan membawa empat derigen sekaligus kira-kira seberat 20 kg jika semua dirigen terisi air penuh.
Menghadirkan sumber air tawar dan bersih di Buano, Maluku, bukanlah hal yang mudah. Sebelumnya sempat dilakukan sederet upaya untuk menemukan air bersih dan tawar, dan membuahkan hasil. Bakri menyatakan, setidaknya terdapat dua upaya yang pernah dilakukan untuk mendapatkan sumber air bersih dan tawar.
Upaya pertama adalah dengan memanfaatkan gravitasi bumi dengan pipanisasi dari sumber air di bukit yang berjarak sejauh 7 km, namun berujung gagal. Upaya kedua adalah kekeliruan assessment lokasi pengeboran sumur oleh suatu lembaga, namun hanya mengalirkan air selama tiga minggu.
Raja Buano Selatan, Frangky Nusaaly mengucap terima kasih atas hadirnya Sumur Wakaf di Buano Selatan. Perbedaan yang ada justru menguatkan penduduk Buano untuk saling membantu. “Bersatu kita utuh, bercerai kita runtuh. Keberadaan sumur wakaf ini perlu kita jaga bersama agar manfaatnya dapat dirasakan seluruh warga,” katanya.
Hal senada juga diungkapkan Raja Buano Utara, Ahmad Nurlette. Ia mengucap rasa syukur atas hadirnya Sumur Wakaf di Buano Utara. “Alhamdulillah kita mencontoh teladan sahabat nabi berupa sumur wakaf di desa kita tercinta,” ucapnya.
Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Maluku, La Januari, yang turut hadir dalam peresmian Sumur Wakaf tersebut mengatakan bahwa Sumur Wakaf ini adalah berkat doa warga Buano serta kebaikan pada donatur yang mempercayakan amanahnya kepada Dompet Dhuafa. Dia juga menyampaikan bahwa instrumen keuangan Islam, yaitu wakaf mampu untuk membangun Maluku dengan mengentaskan pelbagai masalah, salah satunya keterbatasan air bersih.





