BATAM – Tim Dompet Dhuafa Kepulauan Riau mengunjungi rumah-rumah warga Kelurahan Kabil, Nongsa, Batam pada Senin (13/3/2023), untuk menyampaikan amanah paket fidyah yang dibayarkan oleh masyarakat melalui Dompet Dhuafa.
Salah satu penerima manfaat fidyah adalah Nurlia (70), yang tinggal bertiga dengan sang suami, Hainuddin (70), dan salah satu dari 12 anaknya. Setiap hari, ia dan suami hidup di tumpukan-tumpukan sampah untuk mengais pundi-pundi rupiah.
Dia tinggal menetap di kawasan TPA sejak tahun 2000. Sebelumnya, Nurlia bertemu dengan sang suami di Malaysia saat ia masih sedang menjadi TKW di sana. Saat ini, masih ada satu orang anaknya yang sedang sekolah tingkat SMP di Ponpes Mambaul Hidayah.
Kejadian tragis pun pernah menimpanya. Rumah yang ia tempati sebelumnya mengalami kebakaran, hingga semua dokumen juga ikut dilahap si jago merah.
Sebagai pemulung, pendapatannya tidak menentu. Hasil yang didapat sesuai dengan banyak sedikitnya botol/gelas yang terkumpul. Tujuh kali dalam seminggu ia harus berkeliling TPA untuk bekerja. Seminggu sekali ia menyetor hasil yang dikumpulkan ke perusahaan pengepul.
“Tapi ‘kan namanya kita diupah, kadang cuma dikasih Rp200.000 (dua ratus ribu rupiah) atau kadang lebih. Kadang alhamdulillah, satu bulan bisa dapat 2 juta,” ungkapnya, seperti dilansir dompetdhuafa.org.
Hal yang membuatnya sedih, tatkala dirinya sakit berbarengan dengan suaminya yang juga sedang sakit. Sedangkan ia harus tetap butuh pemasukan untuk membiayai anaknya sekolah.
“Yang sedih itu kalau saya sakit, bapak juga sakit, siapa yang nyari biaya sekolah buat anak. Kadang buat kebutuhan makan saja susah,” lanjutnya lirih.
Tentu saja kehadiran Dompet Dhuafa ke kediamannya menjadi semangat bagi dirinya dan keluarga.
Aksi ini merupakan bentuk kepedulian umat muslim atas saudara-saudaranya yang kurang beruntung. Segenap donatur pun menitipkan harapan yang tinggi bagi para penerima manfaat agar kelak dapat keluar dari belenggu kemiskinan sehingga anak dan keturunannya menjadi kelompok muzaki, bukan mustahik lagi.
“Terima kasih banyak. Mudah-mudahan kita semua diluaskan rezekinya. Saya senang menerima bapak-ibu di sini. Kita itu harus baik sama orang, orang pun akan baik sama kita,” tutup Nurlia.




